Petra Tuntut Sekda dan Kepala BPKSDM Dicopot

  • Sarafa: Ada Mekanismenya

BAUBAU, BP- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Penyuara Tangisan Rakyat (Petra) Baubau menggelar aksi damai, Kamis (11/07). Massa aksi menuntut Sekretaris Daerah (Sekda) Roni Muhtar serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Asmaun dicopot dari jabatannya.

Petra menilai, kebijakan yang dikeluarkan Sekda dan Kepala BKPSDM tidak pro rakyat. Terlebih terkait persoalan mutasi pegawai beberapa bulan lalu, diduga tidak sesuai mekanisme.

Dalam rilis tuntutannya, Petra menyinggung perihal visi misi Walikota dan Wakil Walikota Baubau AS Tamrin dan Monianse, yang dimana salah satu poinnya berbunyi Revitalisasi Pemerintahan Daerah, yang dimaksudkan untuk menciptakan pemerintahan yang beriotintasi pada pelayanan masyarakat, namun hal itu tidak sesuai realitanya.

“Walikota Baubau segera memecat sekda dan kepala BKD Kota Baubau karena kebijakannya merugikan daerah dan masyarakat, karena kebijakannya dianggap melanggar hukum,” tulis Petra Baubau dalam rilisnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten III Setda Kota Baubau, La Ode Sarafa yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian Sekda Baubau menegaskan, terkait pencototan sekda tidak semudah membalikkan telapan tangan, ada mekanisme yang harus dilewati.

“Kalau masalah pencopotan sekda itu kan ada prosesnya, proses hukum,” tegasnya saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Kendati demikian, mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Baubau itu tidak berani berkomentar banyak terkait tuntutan tersebut. Dikatakannya, biar aturan yang menjawabnya.

“Saya tidak bisa berkomentar tentang itu (tuntutan pencopotan sekda-red), karena memang itu masalah aturan,” tandas Sarafa.

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest