Pemalsuan Akta Tanah, H Zaeru Terancam 7 Tahun Penjara

BAUBAU, BP – Tersangka H Zaeru yang pernah menggugat Polres Baubau di Pengadilan Negeri (PN) Baubau beberapa waktu lalu, kini kasusnya telah ditahap dua, Senin (15/07). Tersangka diancam hukuman 7 tahun penjara karena telah menempatkan keterangan palsu dalam akta.

“Tersangka diancam pidana dengan pasal 266 ayat 1 dan 2 kuhp dengan ancaman penjara kurungan 7 tahun penjara,” kata Kasi Pidum Kejari Baubau Awaluddin Muhammad SH kepada Baubau Post, Senin (16/07).

Tersangka H Zaeru dikenakan pasal tersebut, karena telah menempatkan keterangan palsu dalam suatu akta autentik. Tersangka telah palsukan tanda tangan orang yang telah meninggal dunia untuk menerbitkan sertifikat tanah.

“Intinya dalam hal pengurusan sertifikat, dia memasukan tanda tangan seseorang yang sudah meninggal dunia, sehingga timbullah hak sebuah sertifikat tanah,” ungkapnya.

Dikatakan, terbitnya sertifikat tanah tersebut menjadi hal yang ironis. Karena dalam sertifikat tanah yang telah diterbitkan tersebut berdiri diatas tanah milik orang lain, yang akhirnya sertifikat itu menjadi tumpang tindih.

“Lokasi tanahnya di belakang kantor dinas perhubungan kota baubau kelurahan Bukit Wolio Indah seluas 5.742 Meter persegi. Dari seluas tanah itu telah menindis sebagian tanah milik La Moane,” pungkasnya.

La Moane yang merasa dirugikan karena luas tanahnya berkurang, melaporkan hal ini ke Polres Baubau. Menurutnya, tersangka diproses penerbitannya karena ada keterangan palsu yang diberikan oleh terdakwa, dalam proses penyusunannya itu merupakan tindak pidananya. Namun menurut tersangka, saat ditahap dua JPU, tersangka tidak mengerti tentang masalah apa yang dituduhkan secara pertanggungjawaban pidana.

“Yang dilakukannya itu sudah prosedural, sertifikatnya jelas dan diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN),” terangnya.

Peliput : Asmaddin

Pin It on Pinterest