Demonstrasi di Busel Ricuh, Sejumlah Kantor Dirusak

  • La Ode Arusani Bantah Melarikan Diri

BATAUGA, BP- Aksi unjuk rasa puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Buton Selatan Beradat ricuh, Senin (22/07). Massa emosi karena tidak berhasil menemui Plt Bupati Busel La Ode Arusani usai mengikuti sidang Paripurna Hari Jadi Busel kelima di Gedung Lamaindo

.

Informasi yang didapat, Plt Bupati Busel La Ode Arusani bergegas meninggalkan massa aksi di Gedung Lamaindo karena memenuhi agenda lain. Melihat hal itu, massa yang geram akhirnya meluapkan kekesalannya dengan melanjutkan aksinya di kantor sekretariat Daerah Busel.

Di situ massa langsung memecahkan sejumlah kaca kantor dan merusak beberapa perabot. Pegawai dan staf Setda tumpah ruah keluar dan yang lainnya sempat menghalau laju aksi masuk ke ruangan Plt Bupati.

Namun tercatat ada delapan kantor menjadi sasaran amuk massa. Kantor tersebut adalah Bappeda, Bagian Keuangan, Bagian Umum Setda Busel, ULP dan Kantor Bupati sebagian kaca jendela dipecahakan, yang parah di Kantor Inspektorat yang satu bangunan dengan Bagian Hukum, pintu kantornya jebol.

Tidak puas, massa yang masih memuncak emosinya menujuh Sekretariat DPRD Busel untuk menemui anggota DPRD. Di sana massa dihalau Satpol PP hingga terjadi kericuhan kembali pecah. Massa akhirnya berhasil merengsek masuk dan berhasil menemui anggota DPRD dan berdialog.

Melalui koordinator aksi unjukrasa Almaeda, mengatakan dalam pemerintahan daerah Busel saat ini nilai gagal membawa cita-cita masyarakat Buton Selatan. Antara lain Dinas Perikanan dan Kelauatan yang memberikan bantuan perahu nelayan di Kecamatan Siompu tidak sesuai dengan peruntukannya dan dinilai gagal, dugaan kuat salah satu ASN mantan pengguna narkoba dilantik oleh bupati menduduki jabatan strategis, proyek pembangunan pasar di Kecamatan Sampolawa dengan anggaran fantastik namun tidak dapat beroperasi, penambangan liar galian C (pasir) di kecamatan Kadatua dan Kecamatan Batauga yang tidak memiliki izin.

“Janji pak Bupati tahun 2018 yang akan direalisasikan lokasi penambangan pasir di Kecamatan Siompu yang akan dijadikan salah satu destinasi wisata ditahun 2019 tidak direalisasikan, penyusunan RT/RW yang memakan anggaran miliaran hingga saat ini belum kelar,” tegas Al Maeda.

Lanjutnya, bencana kapal tengker karam yang memuat minyak mentah sawit hingga mencemari lingkungan di selat Masiri belum ada ganti rugi perusahaan bahkan semakin tidak jelas, kajian Amdal sejumlah bangunan miliki Pemda Buton Selatan yang telah terbangun, belum jelas.

“Kemudian peningkatan taraf kesejahteraan rakyat sesuai dengan cita-cita pemekaran yang hingga kini belum dirasakan masyarakat Busel, dan masih ada beberapa masalah lain yang belum terpantau secara detail dan masih dalam proses investigasi, namun akan mengemuka,” tuturnya.

Menanggapi Ketua DPRD Busel La Usman mengatakan aspirasi aliansi Busel Beradat akan ditampung dan segera diagendakan rapat dengar pendapat secara umum, antara eksekutif dan legislatif termasuk aliansi Busel Beradat sehingga apa yang dipertanyakan langsung terjawab.

“Kita akan mengundang pihak eksekutif, begitupula Plt Bupati Busel yang diharapkan hadir dalam rapat dengar pendapat yang diagendanya Rabu (22/7),” kata Usman.

Sementara La Ode Masrizal Mas’ud mengatakan turun aksi kali ini jelang Hari Jadi Busel yang Kelima untuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah selama ini, dianggap tidak maksimal.

“Ada beberapa hal yang cenderung disembunyikan sehingga di dalamnya dipenuhi kepalsuan dan kebohongan, makanya perlu dievaluasi, untuk diketahui DPRD Busel akan mengagendakan rapat dengan pendapat terbuka secara umum bersama-sama eksekutif dan kita menunggu hasil rapat dengan pendapat umum, usai itu aliansi Busel Beradat bersama masyarakat mengambil sikap, sebagai masyarakat kita harus berdaulat, apapun yang terjadi kita akan tabrak,” tegasnya.

Terpisah, Plt Bupati Buton Selatan H La Ode Arusani menuturkan tidak melarikan diri dari unjuk rasa Aliansi Busel Beradat, namun bertepatan dengan agenda penting yakni Tasyakuran dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-59 di Kejaksaan Negeri di Pasarwajo yang dihadiri petinggi beberapa daerah. Dalam kegiatan itu Pemda Busel menyerahkan plakat penghargaan kepada Kejari Buton atas kerjasama yang telah terbangun antara kedua belah pihak.

“Salah jika ada informasi saya melarikan aksi unjuk rasa tadi, saya bergegas meninggalkan aksi karena harus menghadiri kegiatan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton di Pasarwajo,” tukasnya.

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest