• Bea Cukai Diminta Tegas

BOMBANA, BP – Penjualan bahan smelter milik PT Surya Saga Utama (SSU) berupa besi/rangka baja yang dilakukan oleh beberapa Tenaga Kerja Asing (TKA) telah merugikan perusahaan hingga Rp 50 miliar. Hal itu dinilai bertentangan dengan hukum karena tidak sesuai dengan mekanisme prosedur kerja.
“Penjualan besi-besi ini sudah bertentangan dengan hukum. Tidak boleh diperjual belikan. Karena, bahan smelter berupa rangka baja/besi ini dibebaskan dari pajak oleh negara,” ungkap Direktur PT Surya Saga Utama (SSU) Kasra Jaru Munara saat dikonfirmasi Baubau Post pada beberapa waktu lalu.

Ia menuding, adanya upaya dari oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan “Kalaupun ada investor yang memiliki wewenang untuk menjual, harus melalui mekanisme perseroan. Kenyataan dilapangan setelah eksekusi penjualan itu, pembayaran-pembayaran itu masuk ke rekening pribadi masing-masing bukan kerekening perusahaan,” tuturnya.

Dikatakannya, meski bea cukai telah melakukan penyegelan namun para TKA masih terus melakukan pengangkutan, bahkan sudah tiga kali penjualan. Untuk itu, ia berharap agar penegak hukum serta bea cukai dapat menindak lanjuti persoalan tersebut dengan tegas.

“Ya harusnya penegak hukum dan bea cukai harus tegas dong dengan persoalan ini, nyata-nyata sudah disegel tapi masih saja melakukan aktifitas pemuatan besi ke kapal tongkang.”tungkasnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu TKA Senya, ia enggan berkomentar terkait pengangkutan besi/baja tersebut, “saya tidak bisa berkomentar soal itu, tanya saja orang kami yang di Jakarta,”pungkasnya melalui juru bahasa.

Peliput: Agus

By admin

Pin It on Pinterest