Kepala Puskesmas Kioko Butur Ancam Wartawan Saat Pertanyakan Pelayanan Kesehatan

BURANGA, BP-Tindakan tidak terpuji kembali ditunjukkan salah satu aparatur sipil negara (ASN), Daswati SKM Kepala Puskesmas Kioko Kabupaten Buton Utara dengan mengancam wartawan Baubau Post, Kasrun saat berusaha menanyakan pelayanan Puskemas Kioko,senin (12/08).

Kejadian ini bermula saat wartawan koran ini bertandang di Puskesmas Kioko untuk mengurus surat keterangan berbadan sehat sekaligus wawancara langsung kepada kepala puskesmas tentang pelayanan. Namun saat tiba di Puskesmas sekitar pukul 14.00 wita tidak ada seorang pun pegawai yang ada.

“Saya mencoba menghubungi dokter yang bertugas di Puskesmas Kioko, namun yang bersangkutan masih berada di luar daerah dan mengarahkan media untuk bertemu langsung dengan Kepala Puskesmas (Kapus) Koiko, Daswati,” kata Kasrun.

Selanjutnya kata Kasrun, sekitar pukul 15.00 wita, Ia langsung ke rumah Kapus, namun berdasarkan informasi dari istri Kapus, jika Daswati sedang istrahat, sehingga pihaknya menunggu. Karena lama menunggu pihaknya langsung pamit, namun tidak berselang lama Daswati menghubunginya agar bertemu di Puskesmas.

Saat bertemu, Kapus Koiko, Daswati menerangkan jika jam pelayanan di Puskesmasnya adalah 24 jam. Saat ditanya soal tidak adanya pegawai Puskesmas saat media datang sebelumnya, Kapus tersebut terkesan mengintimidasi kerja media.

” Jangan coba-coba kamu wartawan ko cari masalah, sekarang saya tidak layani kau, silahkan saja ekspose biar dipertanggung jawabkan,” tandas Daswati.

Tidak hanya itu, Kapus tersebut juga mempertanyakan alamat dan kartu pers media. ” Di Bubu Barat di mana kamu tinggal dan mana kartu wartawanmu,” tanyanya.

Selanjutnya, Daswat kembali mempertanyakan kedatangan media. Dan saat diterangkan, ia kembali lagi mengintimidasi media.

” Jangan coba-coba kamu gertak saya karena kamu wartawan e. Iyah tapi itu caramu bertanya, saya ingatkan, saya ingatkan itu. Bisa kau ekspose tapi bisa kau pertanggung jawabkan,” ucapnya.

Kasubag Program Informasi dan Humas Dinas Kesehatan Buton Utara, Armazi SGz sangat menyayangkan sikap Kepala Puskesmas Kioko. Dikatakan, jika dipahami secara jelas keberadaan puskesmas untuk melayani masyarakat. Apalagi terkait dengan pelayanan tidak bisa main-main untuk masyarakat.

“Itu kepala Puskesmas tidak boleh marah-marah, itukan pelayanan masyarakat sekarang sudah dirubah paradigmanya. Kalau mereka pahami itu puskesmas ada karena masyarakat,”singkatnya.

Sementara itu, Direktur Baubau Post Hasrin Ilmi sangat menyayangkan tindakan kepala Puskesmas Kioko. Harusnya sebagai ASN yang bertugas sebagai pelayan masyarakat harus menunjukkan sikap yang baik dalam melayani bukan malah melakukan tindakan yang tidak terpuji seakan mengintimidasi wartawan.

“Ini sangat bertentangan dengan UU Pers No 40 tahun 1999 yang sengaja menghalangi kerja pers untuk melakukan aktifitasnya. Ini bisa dipidana, apalagi dengan kata-katanya yang sifatnya mengancam,”kata Hasrin.

Peliput: Prasetio M

Pin It on Pinterest