PAD Sultra Ditargetkan Hingga Rp 1 Triliun

KENDARI,BP- Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi SH menyampaikan Laporan Nota Keuangan dan Raperda, tentang APBD Perubahan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 2019, dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Provinsi Sultra, Senin (12/08). Pada kesempatan itu, Ali Mazi mengungkapkan target pemerintahannya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebelumnya Sultra menargetkan pendapatan keseluruhan tahun 2019 sebesar Rp 4,029 triliun berubah menjadi Rp 4,131 triliun dengan tambahan sebesar Rp 102,209 miliar atau naik 2,54 persen. Itu disebabkan oleh perubahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula ditargetkan sebesar Rp 905,235 miliar berubah menjadi Rp 1,006 triliun.

Ali Mazi memaparkan, perubahan target tersebut berasal dari komponen pajak yang mengalami kenaikan target perolehan dari semula direncanakan sebesar Rp 706,099 miliar, berubah menjadi Rp 775,421 miliar.

PAD yang bersumber dari retribusi daerah juga mengalami kenaikan sebesar 33,01 persen. Komponen PAD lainnya yang mengalami kenaikan, masing-masing adalah hasil pengelolaan kekayaan Sultra yang dipisahkan sebesar 23,32 persen, kenaikan pendapatan ini merupakan bagian laba atas penyertaan modal pada Bank Sultra.
Ia mengungkapkan, meski masih ada beberapa PAD yang saat ini sedang mengalami penurunan, namun ada pula pendapatan yang saat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan.
“Sementara itu lain-lain pendapatan asli daerah yang sah penerimaan bunga mengalami penurunan sebesar 55,71 persen. Di sisi lain penerimaan pendapatan dari BLUD RSUD Bahteramas mengalami peningkatan sebesar 14,40 persen,” ungkapnya.

Pada waktu yang sama Ali Mazi juga menjabarkan, bahwa saat ini kedua struktur perubahan belanja daerah secara keseluruhan tengah mengalami perubahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing masing, baik itu dalam bentuk belanja langsung maupun tidak langsung
.

Secara rinci, untuk belanja tidak langsung semula direncanakan sebesar Rp 2,283 triliun, berubah menjadi Rp 2,341 triliun, kenaikan 2,54 disebabkan oleh belanja hibah naik sebesar 0,22 persen. Kenaikan tertinggi adalah belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota, naik sebesar 23,78 persen. Kepada keuangan bantuan belanja itu selain pemerintah kabupaten/kota, juga mengalami kenaikan sebesar 12,16 persen, dan belanja tidak terduga mengalami penurunan sebesar 20,92 persen, begitu pula dengan belanja pegawai turun sebesar 1,58 persen, sementara itu komponen belanja tidak langsung lainnya yaitu belanja bunga tidak mengalami perubahan.
Untuk belanja langsung juga tengah mengalami perubahan, dari penetapan perencanaan yang dan naik sebesar 11,84 persen.
“Di sisi lain, untuk belanja langsung juga mengalami perubahan, semula direncanakan sebesar Rp. 1,961 triliun,berubah menjadi Rp 2,194 triliun, atau naik sebesar 11,84 persen,” terangnya.
Khusus untuk belanja langsung berupa obyek belanja barang dan jasa maupun modal dituangkan dalam bentuk program dan kegiatan yang tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Lanjutnya, ketiga struktur pembiayaan daerah saat ini juga telah mengalami perubahan, dari penerimaan pembiayaan semula direncanakan sebesar Rp 281,175 miliar, berubah menjadi Rp 485,194 miliar. Kenaikan tersebut bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya, serta dari penghematan belanja atau akibat lainnya. Sementara untuk pengeluaran pembiayaan saat ini naik sebesar 24,45 persen.

Dari pemaparan rancangan perubahan anggaran APBD Sulawesi Tenggara, orang nomnor satu di Sultra itu berharap kepada seluruh peserta sidang, agar senantiasa dapat bekerja sama dalam membangun sultra dapat terwujud pada tahapan selanjutnya.
“Kita semua tentu menyadari bahwa, waktu yang kita miliki semakin terbatas namun demikiamn dengan semangat kebersamaan dan pengabdian kita yang tulus kepada masyarakat perubahan APBD 2019 dapat diselesaikan dengan baik. Untuk itu, atas nama pemerintah, saya berharap kepada yang terhormat pimpinan dan segenap anggota dewan agar dukungan dan kerja sama pada awal sidang ini dapat terus berlanjut pada tahapan berikutnya,” paparnya. (*)
Dalam kegiatan ini turut hadir, Ketua DPRD Abdulrahman Saleh serta unsur DPRD Sultra, OPD Pemprov Sultra, Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, Kabinda Sultra Brigjen TNI Aminullah, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna, Danrem 143 HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto.

Peliput: Risnawati

Pin It on Pinterest