Walikota Baubau Minta Yel-yel Peserta Gerak Jalan Tidak Saling Singgung

BAUBAU, BP- Antisipasi konflik di tengah-tengah masyarakat, Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH mengimbau peserta gerak jalan untuk tidak menampilkan yel-yel saling ejek yang dapat memprovokasi masyarakat di wilayah tertentu.

Hal itu disampaikan AS Tamrin saat diwawancarai Baubau Post seusai memberikan penghormatan kepada peserta Gerak Jalan Indah (GJI) di rujabnya, selasa (13/08). Belajar dari tahun kemarin, dimana terjadi konflik antar kelompok masyarakat akibat yel-yel yang saling ejek saat baris berbaris. Diharapkan, hal serupa tidak terjadi di tahun ini.

Orang nomor satu di Kota Baubau itu menegaskan, HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia mesti diisi dengan semangat nasionaliasme dan kebersamaan, bukan malah saling ejek yang menyebabkan konflik.

“Itu (yel-yel saling ejek-red) tidak boleh. Justru kita harus membangun ukhwah kebersamaan ini melalui ivent-ivent yang bernuansa nasionalisme dan kebangsaan, dengan tetap berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal,” ungkap AS Tamrin.

Ia ingin, peserta GJI menampilkan yel-yel yang bernuansa kebangsaan yang dibungkus dalam kearifan lokal, yang disebutnya PO-5 (Poma’masiaka, Popia’piara, Pomae’maeaka, Poangka’angkataka, dan Pobhinci bhinciki kuli).

“Kita harus membangun kebersamaan melalui budaya lokal, poma’masiaka, popia’piara, pomae’maeaka, poangka’angkataka, dan pobhinci bhinciki kuli dalam bingkai NKRI semangat Pancasila kita,” ingin Doktor Ilmu Pemerintahan itu.

AS Tamrin berharap, perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Kota Bauhau tahun ini berjalan hikmat tanpa kendala, sehingga mampu menanamkan jika nasionalisme kepada masyarakat khususnya para siswa.

Peliput: Gustam

Pin It on Pinterest