Warga Desa Tanailandu Mawasangka Ditikam Hingga Tewas

BAUBAU, BP- Naas nasib Didin Indrayono alais Alim (22) warga Desa Tanailandu Kecamatan Mawasangka Buton Tengah (Buteng) tewas karena dianiaya La Jawa (25) warga Desa Kananapa Kecamatan Mawasangka saat menonton acara muda mudi di depan Balai Desa Kanapanapa selasa (13/08) sekitar pukul 12.30 wita. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat namun nyawanya tidak bisa tertolong.

Kapolsek Mawasangka Ipda La ode Rahmat SH kepada Baubau Post via telepon selulernya kemarin membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, mendapat laporan tersebut pihaknya langsung turun di lokasi kejadian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) meminta keterangan sejumlah saksi-saksi di TKP.

“Kita langsung bereaksi cepat untuk mengejar pelaku penganiayaan,”kata Rahmat.

Dikatakan, berbekal hasil ketarangan dan olah TKP pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tidak berselang lama pelaku atas nama La Jawa berhasil diringkus di kediamannya Desa Kanapanapa Kecamatan Mawasangka.

“Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan,”katanya.

Sedangkan kronologis kejadian ini bermula saat korban saat datang nonoton acara yang dilaksanakan muda mudi (joget-red) di depan balai Desa Kanpanapa. Namun, saat acara berlangsung pelaku yang juga ada di acara tersebut tiba-tiba menganiaya korban dengan memukul di bagian wajahnya. Korban langsung tersungkur di tanah, namun pelaku tetap melakukan aksinya dengan mencabut badik lalu menikam korban.

“Korban sempat ditolong untuk diantar ke Puskesmas Mawasangka dengan mobil ambulance. Namun saat tiba di Puskesmas korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya dan tidak bisa tertolong,”kata Rahmat.

Akibat penganiayaan tersebut kata Rahmat, koban mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan dan sebelah kiri, kemudian luka tusuk pada lengan sebelah kanan, luka tusuk pada pinggang bagian belakang. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Mawasangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Untuk mengetahui motif pelaku saat ini penyidik Polsek Mawasangka masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

Pada kesempatan tersebut juga, Rahmat yang juga mantan KBO Intelkam Polres Baubau ini menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin acara joget di wilayah tugasnya. Bahkan, setelah dilantik sebagai Kapolsek Mawasangka beberapa waktu lalu pihaknya sudah langsung sosialisasi dengan semua tokoh masyarakat dan pemuda jika tidak akan memberikan izin dalam bentuk apapun yang bisa berpotensi rawan termasuk joged.

“Jadi kami tidak memberikan izin acara joged di Desa Kanapanapa ini, karena sejak awal sudah sosialisasi tidak akan memberikan kelonggaran,”tutupnya.

Laporan: Hasrin Ilmi

Pin It on Pinterest