Dinkes Baubau Rutin Periksa Kualitas Air Minum Depot

BAUBAU, BP – Dinas Kesehatan (Dinkes) rutin melakukan pemeriksaan terhadap depot air minum isi ulang di Kota Baubau. Secara rutin, Dinkes mengambil sampel air minum dua kali dalam setahun.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Baubau Rasifa mengatakan, pihaknya telah mengambil sebanyak 15 sampel air minum pada tahap pertama untuk diperiksakan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar agar depot air minum mendapatkan stiker laik sehat.

“Depot air minum kami ambil sampelnya dan kami lakukan pembinaan, kemudian kami pasang stiker laik sehat, dengan harapan agar masyarakat membeli air isi ulang di depot yang ada stiker laik sehatnya,” jelasnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Rasifa menjelaskan, selain mengambil sampel air yang siap minum, pihaknya juga mengambil sampel dari bahan baku air minum yang dipasarkan. Hal ini untuk memastikan bahwa bahan baku dan air minum yang dipasarkan sudah sesuai standar laik sehat dari Dinkes Baubau.

“Jangan sampai dari bahan baku sudah tercemar, jadi kami melihat kalau bahan bakunya tercemar tapi hasil akhirnya laik konsumsi maka itu bagus. Tapi kalau bahan baku dan hasilnya tercemar, berarti kami perlu melakukan pembinaan lebih ketat terhadap depot itu,” jelasnya.

Berkat pembinaan tersebut lanjut dia, depot air minum di Kota Baubau memperbaiki kualitas air yang dipasarkan. Meski begitu pihaknya mengakui jika kesadaran dari pemilik depot air minum isi ulang untuk memeriksakan kualitas airnya masih kurang.

Pasalnya pemeriksaan sampel air minum yang dilakukan enam bulan sekali itu dipungut biaya. Sehingga pembiayaan sementara ditanggung pemerintah.

“Sebenarnya pembiyaan untuk pemeriksaan sampel air itu yang punya depot sendiri, tapi kalau kami harapkan dari pemilik depot yang memeriksakan mereka agak malas. Untuk menjaga kesehatan masyarakat kami berupaya agar depot itu punya stiker laik sehat, sehingga kami mengambil sampelnya dulu,” terangnya.

Rasifa menyebut, unsur yang diperiksa dalam sampel air minum tersebut yakni kandungan logam dan kandungan mikroorganismenya. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan penyakit, misalnya diare, kolera, typus, dan jika air mengandung logam berat dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest