Karangtaruna Desa Morindo Minta Tambang Pasir Ilegal di Desanya Tutup

BURANGA, BP – Pemuda Karantaruna Desa Morindino melakukan aksi demo di depan Kantor Camat Kambowa, Kantor Pospol Kambowa dan kantor Desa Morindino. Mereka menuntut agar tambang pasir ilegal di desa Morindino di tutup.
Dalam orasinya di depan kantor Camat Tarsan Selaku Korlap meminta kepada Camat Kambowa agar mengambil tindakan dalam permasalahan di desa mereka. Pihaknya menilai jika Kepala Desa Morindo tidak mampu mengatasi permasalahan tambang pasir ilegal di desanya.
“Sehubungan dengan permasalahan penambangan pasir secara ilegal yang terus di lakukan di Desa Morindino yang kemudian tidak mampu diselesaikan oleh pemerintah desa, maka kami atas nama Karantaruna mengadakan kegiatan demontrasi di depan kantor camat agar kiranya apa yang menjadi tuntutan kami bisa terealisasi dengan baik,”katanya.

Dikatakan, jika kegiatan penambangan pasir di Desa Morindino tidak dihentikan maka kedepan akan berdampak buruk bagi desa mereka.
“Sebagai manusia yang sadar akan dampak buruk yang terjadi diwilayah kami ,maka atas nama karantaruna menyuarakan aspirasi sebagai penyambung lidah masyarakat yang merasa cemas akan dampak yang terjadi di Desa Morindino,”ujarnya.

Sementara itu, Pihak Pemerintah Kecamatan melalui Sub.bagian Umum dan Kepegawaian, Nurli Palahidu S.Pi
mengatakan jika Camat Kambowa sedang tidak berada di tempat.
“Sekarang ini beliau posisi di Raha. Artinya dengan aspirasinya bapak ini saya akan sampaikan ke beliau, karena penentu kebijakan bukan saya,”pungkasnya.

Selanjutnya para peserta melakukan aksi di Kantor Pospol Kambowa dengan tuntutan agar pihakberwajib segera menindak tegas oknum – oknum penambang pasir ilegal di desanya.
“Kami menegaskan kepada aparat kepolisian sebagai penegak hukum untuk menjalankan fungsinya dengan baik, dalam hal ini melakukan penegasan kepada beberapa oknum yang telah menambang pasir secara liar, karena melihat kegiatan penambangan pasir di desa morindino masuk dalam kategori pencurian, maka kami menghimbau kepada aparat kepolisian agar menghentikan pelanggaran tersebut,”kata Tarsan.

Dilokasi yang sama Kapolsek Bonegunu Narton menemui para pendemo dan mengataka bahwa pihaknya berterimah kasih kepada masyarakat karena ada koreksi yang membangun untuk kinerja pihaknya kedepan.
“Kami berterimah Kasih Karena ada koreksi dari masyarakat, terkait pelaksanaan tugas kami sehari hari,”katanya.

Dia mengatakan sejak menjadi Kapolsek Bonegunu ia sudah keliling dan di Desa Morindino ditemukan izin (SIUP).
“Dari awal saya menjadi Kapolsek disini tepatnya dua tahun sebulan yang lalu, saya sudah keliling dan di desa morindino saat itu saya sudah menemui izin tambang yang di keluarkan oleh pemda ada dua, kalau saya tidak salah,” katanya.

Lanjut ia menghimbau kepada para peserta aksi agar berkoordinasi dengan kepada desa morindino, terkait penambangan pasir dan pihaknya siap mengawal.
“Intinya sekarang begini ade-ade silakan koordinasikan dengan pak desa bagaimana, di bikin suatu aturan desa yang mengawasi ketat barang itu saya siap mendukung,” ujarnya.

Aksi kembali dilanjutkan di Kantor desa Morindo, saat para pendemo mempertanyakan penggunan aggaran retribusi pasir,

Sekdes Morindino, Ali Ermilan yang menemui peserta aksi mengatakan bahwa retribusi pasir itu diperuntukan untuk mesjid.
“Sumbangan pengangkutan pasir itu di alihkan ke mesjid,”ujarnya.

Peliput : Kasrun

Pin It on Pinterest