Pengedar Sabu di Kanakea Diringkus, Polisi Sita 26 Paket Sabu

BAUBAU, BP – Haerun (22) pemain lama narkoba ditangkap Sat Res Narkoba Polres Baubau di kediamannya di lorong Yustisari, Kanakea Kota Baubau. Polisi mengamankan 26 saset sabu siap edar dengan berat 17,10 gram.

Kanit Res Narkoba Polres Baubau Aipda Haerudin mengatakan pelaku telah menjadi target operasi sejak awal tahun 2019. Selama ini pelaku telah melakukan aksinya dua kali. Menurut pelaku, dirinya hanya sebagai kurir yang ditugaskan inisial O untuk mengantarkan sabu dengan sistem tempel hingga barang yang diantarkan habis, kemudian menerima imbalan.

“Pelaku tidak menejaskan secara rinci perihal si pengirim barang tersebut yang dikenalnya melalui handphone, dirinya hanya menerima perintah pengantaran saja. Soal harga, pelaku tidak mengetahui,” ungkapnya.

Pemain lama ini sebelumnya telah melakukan aksinya di Kota Baubau dengan mengantarkan 10 paket shabu. Namun belum sempat tertangkap oleh Polisi.

Kasubag Humas Polres Baubau Iptu Suleman kepada awak media saat pers rilis Jumat (04/10) membenarkan penangkapan pelaku narkoba tersebut.

“Benar, pelaku ditangkap Kamis (03/10) di kediamannya. Saat itu Sat Res Narkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku dicurigai sedang membawa memiliki menyimpan dan menguasai beberapa bungkus plastik bening yang diduga narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi itu, lanjut Suleman menjelaskan, Sat Res Narkoba melakukan pengembangan dengan memantau, sekitar tempat tinggal pelaku. Tepat di pukul 04.30 dini hari, pelaku berjalan menuju rumahnya dan diinterogasi, dilakukan pemeriksaan.

“Pelaku mengakui menyimpan paket sabu di kamar kosnya, setelah diperiksa ditemukan 26 paket bungkusan,” jelasnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Baubau, bersama barang bukti berupa 26 bungkus plastik bening dengan berat kotor 17,10 kg narkotika jenis sabu, 1 buah ponsel merk Oppo warna hitam satu kotak HP Vivo dan 1 kantong plastik digunakan sebagai paket pengiriman.

Pelaku dikenakan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 huruf a undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)

Untuk diketahui, pengiriman itu tertulis dari Kendari oleh Pak Ridwan untuk Waode Virna Y, di Baubau, dan nama-nama tersebut fiktif.

Peliput : Asmaddin

Pin It on Pinterest