2020, Pemda akan Eksplor Potensi Kebudayaan Busel

BATAUGA, BP – Fokus Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) ditahun 2020 bakal mengeksplor seluruh potensi kebudayaannya. Targetnya, kekayaan kebudayaan yang ada di Busel menjadi destinasi wisata unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Langkah awal guna mewujudkan target tersebut, Plt Bupati Busel H La Ode Arusani menggelar pertemuan khusus bersama seluruh tetuah perangkat adat di tujuh kecamatan, di aula Rujab, Senin (04/11). Guna membahas sejumlah kiat-kiat, bagaimana mengaungkan kembali kebudayaan Buton Selatan yang saat ini dinilai vakum karena sejumlah persoalan.

“Selama ini kegiatan kebudayaan ditujuh kecamatan belum sepenuhnya tereksplor. Kedepan pengembangan potensi kebudayaan Busel akan ditargetkan menjadi destinasi pariwisata unggulan, saya berharap kebudayaan kita masuk kelender pariwisata. Ini yang kita genjot 2020,” ucap Arusani usai rapat khusus bersama tetua adat.

Lanjutnya, optimalisasi sumber daya lokal menjadi salah satu penjabaran visi Pemkab Busel lima tahunan, yakni dalam pembangunan Kabupaten Buton Selatan difokuskan pada upaya mengoptimalkan segala bentuk sumberdaya lokal yang meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya budaya, sumber daya buatan/teknologi, dan sumber-sumber penerimaan daerah untuk sampai pada peletakan dasar yang kokoh.

Ia menjelaskan, mengoptimalkan segala bentuk sumber daya lokal disisi sumber daya budaya, program Pemkab akan segera menginventarisir seluruh kegiatan ritual adat maupun kegiatan yang bernuansa kebudayaan seluruh desa dan kecamatan. Baik yang digelar setiap tahun dengan berbagai ritual adat maupun kegiatan tradisi masyarakat setempat.

“Saya berharap dapat terdata dengan baik, kita tahu nilai-nilai prosesi adat budaya sangat beragam serta unik, jauh berbeda dengan daerah lain. Hal ini yang akan dieksplor sehingga menjadi destinasi wisata budaya,” harapnya.

Tidak dipungkiri, sejauh ini kegiatan budaya Buton Selatan sebagian masih vakum, hal ini dikarenakan belum mendapat perhatian serius pemerintah.

Kata Arusani, jika sektor kebudayaan mendapat perhatian serius dari pemerintah, ia yakin kebudayaan akan menjadi kekayaan tersendiri bagi Busel. Ia berharap, target wisata budaya dapat dituangkan menjadi kalender pariwisata Busel untuk ivent internasional.

“Kita harap kegiatan ritual kebudayaan, pesta adat yang menjadi potensi pariwisata budaya kita masuk kalender pariwisata,” tegasnya.

Selain melakukan pertemuan khusus bersama tetuah adat, Arusani juga langsung mengistruksikan Dinas Kebudayaan agar bekerja ekstra mewujudkan target tersebut. Begitu pula Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menata kembali dalam mengeksplor potensi unggulan tersebut.

“Seluruh infrastruktur sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan ritual adat, pemerintah daerah akan anggarkan dan direalisasikan, namun tetap akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Busel LM Yusuf Hibali mengatakan, telah diintruksikan oleh Plt Bupati Busel H La Ode Arusani agar mempersiapkan sejumlah program terhadap lembaga kebudayaan di Busel.

Kata dia, beberapa program di tahun 2020 khusus untuk lembaga adat, pihaknya sudah menganggarkan sejumlah program agar infrastruktur dan sarana dan parasana dalam medukung lembaga adat sudah disiapkan

“Baik itu mulai dari biaya operasional di Baruga, Baju perangkat adat termaksud insentif 18 Baruga di tujuh kecamatan. Tahun ini sekitar 300 jutaan. Tahun 2020 ada beberapa bagian sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi,” katanya.

Selain itu, ditahun 2020 juga pihaknya akan melengkapi alat kesenian tiap baruga dan lembaga adat yang telah rusak, misalnya gendang, gong lainnya. Tak hanya itu pihaknya juga akan menyiapkan kelengkapan teknis lainnya seperti sound sistem serta mesin pembangkit listrik mini (genset) sehingga ketika ada acara ritual tidak lagi kesulitan.

Terkait berapa nomial instensif perangkat adat, kata Yusuf Hibali dokumen pendukung atau draf regulasi nya sementara disusun. Namun pada prinsipnya pemeritah daerah akan memberikan perhatian serius disektor kebudayaan

“Sementara disusun dfratnya, agar tidak meyalahi aturan berlaku sehingga kelayakan pemberian instentif itu tepat dan tidak keliru, namun semua itu disesuaikan juga dengan kemampuan anggaran daerah tahun 2020” katanya.

Ditambahkannya, wilayah Buton Selatan berdiri 33 benteng dan jumlah itu tidak ada didaerah lain. Begitupula ada 18 baruga yang dibangun masyarakat adat masih kokoh berdiri.

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest