Perpustakaan di Baubau Butuh Infrastruktur dan SDM Memadai

BAUBAU, BP – Era Idustri 4.0 saat ini, masyarakat dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk dapat terlibat dalam pemanfaatan tekonologi informasi, maka Kota Baubau memerlukan perpustakaan yang memadai.

Hal ini diungkapkan Sekda Baubau Dr Roni Muhtar dalam sambutannya pada Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan lingkup Kota Baubau, Selasa (05/11). Namun menurutnya, pengadaan perpustakaan memadai di Kota Baubau mengalami dua kendala utama.

“Yang pertama kalau saya amati adalah infrastruktur untuk perpustakaan ideal. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan sudah sering menyampaikan kepada saya jika Baubau memerlukan perpustakaan yang ideal,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya akan memanfaatkan aset bangunan yang diserahkan dari Kabupaten Buton beberapa waktu lalu. Ada dua pilihan, yakni bangunan di sekitar Lapangan Lembah Hijau dan eks bangunan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton.

“Opsi di bekas Kantor PK Buton untuk saat ini yang ideal, nanti kita akan benahi. Kalau sudah digunakan maka dapat diakses oleh masyarakat dari seluruh penjuru Kota Baubau,” ujarnya.

Masalah kedua lanjut Roni, yakni masih kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas para pengelola perpustakaan daerah, dengan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) seperti yang dilakukan saat ini.

Apalagi kata dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki agenda untuk membangun perpustakaan bertaraf internasional. Kota Baubau dalam hal ini juga akan ikut andil.

Perpustakaan tambah Roni, sangat penting di era industri 4.0 yang pemanfaatan informasi teknologi menjadi hal yang mutlak, di mana masyarakat tidak bisa melepaskan diri dari hal itu. Maka, Pemkot memiliki visi tahun 2023 Baubau menjadi kota yang maju, sejahtera dan berbudaya.

“Salah satu indikatornya adalah menyelaraskan diri dengan suasana Smart City yang memanfaatkan tekonologi informasi dalam kesehariannya,” tandasnya.

Kota Baubau pun sudah mulai mengarah ke Smart City dalam pelaksanaan pemerintahannya. Apalagi baru-baru ini Kota Baubau meraih penghargaan E-Government Award dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Penghargaan yang diraih Kota Baubau ini merupakan apresiasi dari Kemkominfo kepada daerah yang memanfaatkan aplikasi pemerintahan (E-Government) dengan kategori, pengguna siMAYA, pengguna mail.go.id, pengguna Domain.id, dan pengguna siCANTIK cloud.

“Wali Kota Baubau dengan gagah hadir menerima penghargaan sebagai kota yang bersuasana Smart City, artinya Baubau juga sudah menjadi bagian dari hal itu, sehingga masyarakat Baubau juga harus menyelasarkan diri dengan Smart City,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Roni meminta agar pemerintah dan masyarakat Kota Baubau kompak untuk membangun visi bersama.

Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sultra Ir Hj Wagola MSi menjelaskan, salah satu program Pemprov adalah meningkatkan budaya baca untuk mewujudkan Sultra Cerdas. Sehingga pihaknya gencar melakukan pelatihan untuk meningkatkan SDM pengelola perpustakaan.

“Sehingga nantinya perpustakaan menjadi sumber informasi, kita usahakan perpustakaan kelurahan menjadi wadah pertemuan masyarakat untuk berbagi literasi, bagaimana masyarakat bisa membaca, berhitung, dan mempraktekannya agar bernilai ekonomi,” jelasnya.

Pihaknya juga mengakui, perpustakaan di Sultra juga masih minim dalam hal SDM yang menguasai tekonologi dan informasi.

Kegiatan Bimtek itu menghadirkan pemateri Kasubag Pengajaran Diklat Perpustakaan Nasional Amhad Muslim dan Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sultra Ir Hj Wagola MSi.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest