Jaksa Kembali Teliti Berkas Dugaan Korupsi Mantan PJ Buteng

PASARWAJO, BP – Pasca P19 atau dikembalikan ke Mapolres Baubau, berkas perkara korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Buton Tengah (Buteng) kini masih dalam penelitian Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton.

Mantan PJ Bupati Buteng (MA) dan (YA) selaku pihak swasta terseret dalam pusaran korupsi pengelolaan ADD tahun 2015 di Buteng, dengan kerugian negara mencapai Rp 786 juta, yang disebabkan oleh penyalahgunaan wewenangnya dengan mengusulkan kegiatan pengadaan alat di 67 Desa di Buteng. Di mana pengusulan tersebut di luar pembahasan rapat Desa. Total pengusulan alat tersebut mencapai Rp 1 miliar.

Saat itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengalokasi ADD dari APBD Pemkab Buteng senilai Rp 82 juta per Desa dan dalam satu tahun dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 32 juta dan yang kedua Rp 50 juta.

MA dan YA melaksanakan rapat bersama terkait Bimtek dan pengadaan software bekerjasama. Hasil rapat tersebut setiap desa melaksanakan Bimtek dan pengadaan Software dengan biaya Rp 16 juta per desa untuk kepentingan pelaporan.

Namun di kegiatan Musrembang terdapat perbedaan, yang mana kegiatan tersebut tidak pernah dibahas dan diusulkan dalam rapat desa. Hasilnya kegiatan tersebut tidak ada manfaatnya dan sistem pelaporan yang diganti dengan pengadaan software itu tidak berfungsi, sehingga hasil audit BPKP Sultra hal tersebut merugikan negara.

Keduanya dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999, tentang Tipidkor Junto Pasal 55 ayat 1 (1) KUHP dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp 200 juta maksimal RP 1 Miliar.

Sebelumnya berkas perkara tersebut sudah pernah dikembalikan kepada Sat Reskrim Polres Baubau untuk dilengkapi. Namun sekarang, berkas perkaranya masuk kembali di Kejari Buton untuk diteliti.

“Masih dilakukan penelitian terhadap berkas perkaranya,” kata Kasi Intel Kejari Buton LM Firman diruang kerjanya.

Untuk diketahui, pemeriksaan MA dan YA berdasarkan laporan polisi bernomor LP : /269/x/ tanggal 11 Oktober tahun 2017 dan Sprindik nomor 133 Oktober tahun 2017.

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest