Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi Resmi Dianugerahi Pahlawan Nasional

  • Dr HAS Tamrin: TidaK Mudah 17 Tahun Menunggu, Lima Kali Dapat Adipura Baru Sama Dengan Penganurahan Pahlawan Nasional

BAUBAU, BP- Peringatan Hari Pahlawan di Kota Seribu Benteng, Kota Baubau tahun 2019 merupakan hal yang paling istimewa sebab tokoh asall Sultra khususnya dari Buton Almarhum Sultan Himayatudin Muhamad Saidi (Oputa Yi Koo) secara resmi dianugerahkan sebagai pahlawan nasional dari pemerintah pusat.

Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH yang bertindak sebagai inpektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan, Minggu (10/11), di Alun-alun Kantor Walikota Baubau di Kawasan Palagimata menyatakan keistimewaan peringatan hari Pahlawan tahun ini bagi Kota Baubau. Dia mengatakan dari 500 lebih kabupaten/kota hanya 6 daerah yang istimewa memperingati hari pahlawan kali ini.

“Saya sebutkan dulu sesuai yang ditetapkan Presiden RI, yaitu pertama Rohana Kudus, pahlawan dari Minang Kabau. Beliau ini seorang kolomnis wanita pertama. Kedua Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi, pahlawan dari Sulawesi Tenggara. Beliau berjuang melawan belanda. ketiga, Abdul Kahar Muzakir, pahlawan dari Yogyakarta. Beliau merupakan anggota BPUPKI, termasuk dalam panitia sembilan. Keempat Doktor Sardjito. Beliau merupakan rektor UGM Pertama dan namanya diabadikan di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Kelima, Kyai H Maskur, pahlawan dari Jawa Timur, merupakan anggota BPUPKI. Keenam, Alexander Anreas Marasmis, pahlawan dari Manado,” ucapnya.

HAS Tamrin mengatakan sebagai Walikota Baubau yang juga memprakarsai pengusulan Sultan Himayatuddin sebagai pahlawan nasional patut disyukuri. “Syukur kepada yang maha kuasa karena atas restu dan kehendaknya sehingga alm Sultan Himayatuddin ini bisa dikukuhkan jadi pahlawan nasional,” lanjutnya. Doktor ilmu pemerintahan itu mengatakan tidak mudah mengusulkan Sultan Himayatuddin jadi pahlawan, “Butuh waktu 17 tahun menunggu penganugerahan ini dan ini tidak mudah,” katanya.

Dia pun bercerita bahwa dirinya disampaikan panitia penetapan pahlawan nasional bahwa ada nama-nama yang diusulkan jadi pahlawan nasional seperti mantan presiden RI ke 2 Suharto, mantan Presiden RI ke-4 Gusdur, dan juga nama Jenderal Yusuf, namun tidak lulus. “Jadi memang untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional itu tidak mudah. 17 tahun lalu kita mengusulkan, masyarakat menanti, para tokoh menanti, agar mendapat pengakuan dari pemerintah pusat bahwa ada tokoh dari sultra yang menjadi tokoh pahlawan nasional,lima kali dapat penghargaan Piala Adipura baru sama dengan sekali mendapat gelar pahlawan nasional” ucapnya.

Walikota Baubau pun mengucapkan terimakasih kepada petinggi yang memberikan dukungan dan dorongan. Prof. Susanto Zuhdi yang membuat tulisan sejarah jalannya proses perjuangan beliau. Juga prosesnya di kementiran sosial, dimana dirinya bersama-sama gubernur Sultra H Ali Mazi bertemu Mantan Mensos RI Agus Gumiwang Kartha Sasamita, beliau juga sangat membantu. “Membantu bukan karena KKN, tapi karena memang terpenuhinya syarat dan unsur-unsur menjadi pahlawan nasional,” katanya dengan nada tegas.

DR HAS Tamrin berulanhg kali mengucapkan bahwa penganugerahan pahlawan nasional itu merupakan sebuah berkah karena yang mengurus dan mengusulnya bekerja dengan tulus dan ikhlas dan tidak ada yang mau menjadi sebagai. “Saya pun tidak mau menjadi sebagai. yang lain-lain tentu sudah berjasa tapi belum saatnya ketika itu. Tetapi saat ini memang sudah saatnya ada pahlawan nasional dari Sultra,” terangnya

Penganugerahan almarhum Sultan Himayatuddin berdasarkan surat keputusan Presiden Republik Indonesia nomor:120/TK/2019 tetang penganugrahan pahlawan nasional berbunyi, menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa, yang semasa hidupnya pernah melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik, atau perjuangan dalam bidang lain dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Keputusan presiden itu mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Salinan dan seterusnya, petikan keputusan presiden disampaikan kepada yang berkentingan untuk digunakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta, tanggal 07 November 2019, nomor urut 2 Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi, Oputa Yi Koo, tokoh dari Provinsi Sultra, gelar yang dianugerahkan yaitu gelar pahlawan nasional.

Laporan: Ardi Toris

Pin It on Pinterest