Pemohon Kartu Kuning Membludak, Dinaskertrans Buteng Alihkan Pengurusan Secara Manual

LABUNGKARI, BP – Akibat banyaknya para pencari kerja untuk mendapatkan kartu kuning (Kartu Pencari Kerja), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Buton Tengah (Buteng) membuka pelayanan secara manual, dari sebelumnya pengurusan menggunakan sistem online kini menjadi offline.

Membludaknya pembuatan karya kuning, disebabkan kartu tersebut menjadi salah satu persyaratan yang harus dilampirkan dalam berkas pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buteng.

Kepala Disnakertrans Buteng, La Saripi saat dikonfirmasi beberapa awak media diruangannya, Rabu (20/11) mengatakan, pihaknya mengalihkan ke sistem secara offline, sebab keterbatasan jaringan. Apa bila dipaksakan, dikhawatirkan para pencari kerja tidak bisa terlayani dengan baik.

“Untuk batas pendaftaran CPNS pada 28 November mendatang. Saya juga sudah koordinasi dengan kepala BKPSDM Buteng agar semua pencari kerja bisa terlayani,” jelasnya.

Lanjutnya, hingga saat ini pemohon penerbitan kartu sudah kurang lebih ribuan, sedangkan yang diterbitkan secara online baru sebanyak 400 kartu. Sehingga, dengan keterbatasan waktu tersebut, pihaknya membuka sistem secara offline agar pelayanan lebih cepat dan maksimal. Selain itu, pihaknya akan bekerja dua kali sebab menerapkan sistem manual tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap menjalankannya, sebab jangan sampai para peserta gugur karena akibat kartu kuning.

“Kami berharap para pemohon bisa kembali ke Disnakertrans, untuk menerbitkan kartu secara online meski sudah mengantongi kartu kuning secara manual,” tutupnya.

Peliput: Hengki TA

Pin It on Pinterest