Ritual Larung Laut, Buka Event Buton Selatan Festival

BATAUGA,BP- Keberagaman kekayaan masyarakat maritim Buton Selatan (Busel), berpadu dengan kazanah budaya dan adat istiadat mulai diekspos pemerintah daerah. Titik fokusnya, menciptakan destinasi pariwisata.
Sebagai langkah awal memperkenalkan kekayaan maritim dan keberagaman budaya dan adat istiadat masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Busel menggelar Buton Selatan Festival (BSF). Perhelatan akbar ini dibuka dengan acara ‘Ritual Larung Laut’.

Ritual larung laut digelar oleh sejumlah tetua adat menaiki perahu gandeng yang sambung menggunakan deretan bambu. Dari atas perahu tersebut tetua adat melarungkan kayu-kayu tersusun rapi yang dibuat khusus berbentuk kubus, dan dipasangi setiap sisinya bendera kecil merah putih.

Usai itu, kegiatan dilanjutkan dengan tari Kadepe yang diperagakan sejumlah penari wanita, arung saji dan ditutup dengan parade puluhan perahu nelayan melintasi pantai Batauga. Nampak masyarakat begitu antusias menyaksikan seluruh rangkaian acara tersebut.

Kegiatan itu dihadiri langsung Plt Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani, didampingi Sekda Drs La Siambo, Ketua DPRD Busel La Ode Armada, Kapolres Buton serta jajaran OPD lingkup Kabupaten Buton Selatan

Arusani dalam sambutannya membuka event Buton Selatan Festival 2019, yang bertajuk “The Wonder of South Busel” mengatakan, festival ini merupakan event perdana yang menjadi momentum awal kebangiktan potensi daerah demi percepatan pembangunan berkelanjutan.

“Tujuan kita membuat festival ini untuk mengangkat potensi Buton Selatan (Busel). Busel memiliki kekayaan tradisi maritim, adat budaya leluhur yang masih eksis hingga saat ini. Melalui event ini Buton Selatan akan mulai mengekspos ke mancanegara agar wisatawan akan singgah di Buton Selatan,” ucap Arusani di pelataran Ruang Terbuka Publik (RTP) yang beru selesai dibangun, di Kelurahan Laompo, Jumat (29/11)

Dikatakan, melalui momentum tersebut Buton Selatan kiranya mampu mensejajarkan diri dengan daerah-daerah lain yang sudah maju.

Orang nomor satu di Busel ini berkeyakinan, Busel akan menjelma menjadi destinasi wisata baru di Nusantara. Apalagi Busel yang merupakan eks wilayah kesultanan Buton bagian selatan, ini tentu banyak menyimpan potensi pariwisata budaya, apalagi wilayah kepualauan banyak menyimpan destinasi eksotik yang berbeda dari daerah.

“Kita juga memilki perikanan dan kelautan. Ini menjadi magnet destinasi pariwisata baru di Indonesia bagi wisatawan lokal maupun manca negara,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah pusat dapat melirik potensi Buton Selatan dalam kerangka membangun secara bersama-sama daerah ini.

“Festival kita ini untuk bagaimana para menteri melirik Buton Selatan ini seksi untuk membangunnya. Semoga lewat perhelatan ini bukan kita hadir untuk menyaksikan tapi meminta kepada bapak ibu mendoakan Busel lebih maju,” harapnya.

Diketahui, Buton Selatan Festival digelar mulai 29 November hingga 1 Desember 2019. Dalam waktu tiga hari itu, berbagai kegiatan akan ditampilkan, misalnya Tari kolosal, tradisional, fashion show menggunakan tenun khas akan digelar dipanggung show dan lainnya.

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest