AS Tamrin akan Panggil Unsur Rumah Sakit

  • Walikota Tak Mau Ditekan Ultimatum Dokter RSUD Baubau

BAUBAU, BP – Mosi tidak percaya yang dilayangkan para dokter terhadap Direktur BLUD RSUD Baubau sempat membuat kegaduhan. Apalagi dalam mosi tersebut, para dokter memberi ultimatum kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau untuk mengganti Direktur BLUD RSUD Baubau dalam waktu 3×24 jam.

Hal ini kemudian ditanggapi serius oleh Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH. Menurutnya, hal ini tidaklah etis dan AS Tamrin menegaskan tidak mau ditekan oleh ultimatum tersebut.

“Kalau saya tidak bisa ditekan mereka, tidak boleh karena itu tidak etis. Mengenai persoalan pemimpin tidak ada yang sempurna, baik itu saya atau pun Jokowi,” katanya saat ditemui di Rumah Jabatannya, Minggu (01/12).

AS Tamrin bukannya tak mau menerima masukan, namun dirinya lebih menekankan kepada cara komunikasi yang baik. Jika ada masalah di internal BLUD RSUD, terlebih dahulu disampaikan kepada pimpinan. Sehingga dirinya menyayangkan, mosi tidak percaya yang telah dilayangkan para dokter dan pegawai rumah sakit.

“Yang saya tidak pahami, belum pernah ada penyampaian, kalau niat baik itu kan sampaikan dulu ke pimpinannya. Ini tahu-tahu langsung konferensi pers yang sudah didengar di mana-mana. Itu tidak etis, apalagi ultimatum 3×24 jam itu tidak akan saya ikuti, karena tuntutannya juga masih abu-abu,” tandasnya.

Lanjutnya, semestinya para dokter ini memiliki jiwa korsa sebagai satu profesi. Jika ada masalah yang menimpa rekan seprofesi, sudah seharusnya para dokter ini membela atau memberikan masukan.

“Kalau mereka bersemangat untuk membina, tempuhlah jalurnya, komunikasi yang baik, sampaikan ke saya,” ujarnya.

AS Tamrin juga menyadari jika pengelolaan BLUD tidaklah mudah. Untuk itu pihaknya akan memanggil unsur di RSUD Baubau, mulai dari dewan pengawas, Direktur, maupun unsur-unsur lainnya untuk mengetahui permasalahan yang menimpa internal RSUD Baubau.

“Kesimpulannya saya akan memanggil dewan pengawas, bisa saya panggil sekaligus atau bertahap, misalnya dewan pengawas, kepala rumah sakit, IDI, IBI, komite medik, atau PPNI, jadi sempurna dulu saya panggil agar jelas separah apa masalahnya,” terangnya.

Walikota dua periode ini mengimbau, agar para dokter maupun perawat tetap bekerja tulus dan iklas, dalam melayani masyarakat. Karena pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan pelayanan dasar kepada masyarakat, sehingga jika ada permasalahan internal, jangan sampai merugikan masyarakat.

“Dokter itukan profesi yang mulia punya kode etik, sehingga mereka semua harus bisa pengendalian diri, kompak sebagai sesama profesi, saling mengingatkan jika ada yang kurang, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang baik. Kita harapkan di RS, dengan banyaknya tenaga cerdas itu bisa sokong menyokong, bukan saling menjatuhkan, kalau ada yang kurang saling menyempurnakan,” pungkasnya.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest