Waktu Pelayanan Poli RSUD Baubau Dikurangi

  • Pemkot Lakukan Upaya Mediasi

BAUBAU, BP – Sengkarut permasalahan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau kini coba diurai oleh Pemerintah Kota (Pemkot). Hal itu dilakukan dalam upaya mediasi oleh Sekda Dr Roni Muhtar bersama dokter dan pegawai RSUD Baubau, Senin (02/12).

Namun di hari yang sama, di beberapa pintu ruangan poli RSUD Baubau ditempel pengumuman singkat mengenai waktu pelayanan poli. Dalam pengumuman tertulis pelayanan poli dimulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Sementara untuk pasien kegawatan di luar waktu tersebut akan dilayani di Unit Gawat Darurat (UGD).

Padahal normalnya, pelayanan dimulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Terdapat beberapa poli di RSUD Baubau diantaranya poli syaraf, poli mata, poli THT, poli kulkel, poli obgyn, poli interna, poli jantung, dan poli bedah.

Jam Pelayanan Poli Blud RSUD Baubau

Pengurangan pelayanan ini buntut dari permasalahan di internal RSUD Baubau, hingga mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh para dokter dan pegawai rumah sakit. Dalam mosi itu pula, para dokter dan pegawai meminta kepada Pemkot Baubau untuk mengganti Direktur RSUD Baubau dr Nuraeni Djawa dalam waktu 3×24 jam, sejak Kamis (28/11).

Jika tidak dianulir maka akan dilakukan standar pelayanan yang berakibat jam pelayanan berkurang. Namun kebutuhan masyarakat di rumah sakit tetap diperhatikan.

Sekda Baubau Roni Muhtar ditemui usai mediasi bersama dokter dan pegawai rumah sakit mengatakan, jika mediasi yang dilakukan merupakan upaya untuk mencari solusi terbaik.

“Kalau dianggap ada masalah coba kita selesaikan. Makanya semua elemen kita undang untuk mencari bersama jalan keluarnya,” katanya kepada awak media.

Kemudian hasil mediasi tersebut akan dilaporkan kepada Walikota Baubau. Selain itu, pihaknya juga akan membentuk tim independen untuk mengidentifikasi masalah yang ada di RSUD Baubau.

“Tim itu akan fokus mencari jalan keluar terbaik,” ujarnya.

Namun Roni Muhtar membantah adanya penurunan pelayanan di RSUD Baubau. Menurutnya pihak rumah sakit harus tetap melakukan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Tidak mungkin, kan ada kewajiban yang harus dilakukan. Biarkan masyarakat yang menilai, kita akan pantau perkembangannya,” ujarnya.

Sementara terkait mediasi bersama Pemkot Baubau, dr Lukman menegaskan akan tetap kepada komitmen awal. Bahkan menurutnya, tidak banyak yang dapat diharapkan dari mediasi tersebut.

“Sedikit yang bisa kita harapkan. Tidak mengakomodir,” katanya kepada awak media.

Pihaknya juga membenarkan jika penurunan standar pelayanan berupa pemangkasan waktu pelayanan mulai diberlakukan. “Bisa dilihat dari pengumuman yang sudah ditempel,” tandasnya.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest