2020, Busel Garap Tiga Mega Proyek

  • Ali Mazi Teken Tiga Prasasti Pembangunan

BATAUGA,BP- Kabupaten Buton Selatan (Busel) belum lama ini lepas dari status DOB menjadi Daerah Otonom. Dengan terus bergerak maju, Pemkab Busel memulai loncatan-loncatan pembangunan fisik dalam menujang pelayanan dasar masyarakat.

Dalam acara Buton Selatan Festival, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi telah menandatangani prasasti tiga mega proyek yang mulai dibangun di Busel di tahun 2020.Tiga prasasti itu yakni prasasti pembangunan pelabuhan perikanan Nusantara Gajah Mada yang direncanakan menelan biaya hingga Rp 20 miliar, prasasti pembangunan Water Front City Bandar Batauga ditaksir akan menelan biaya Rp 24 miliar, serta Prasasti bandar udara kargo dan wisata Wa Ode Pogo di Pulau Kadatua.

Penandatanganan prasasti berlangsung di Pelataran Taman Boti Pantai Batauga beberapa waktu lalu. Ketiga prasasti itu sebagai simbol keseriusan pemerintah daerah untuk memulai pembangunan mega proyek di Busel.

Diketahui, dua dari tiga mega proyek, yakni pembangunan Pelabuhan Nusantara Gajah Mada dan pembangunan Water Front City Bandar Batauga anggarannya melalui pinjaman perbankan termasuk pembangunan RSUD yang presentatif menelan anggaran Rp 71 miliar. Total nilai anggaran pinjaman tersebut yakni Rp 115 miliar

Persetujuan pinjaman untuk pembangunan infrastruktur di Busel tersebut telah disetujui DPRD Busel beberapa waktu lalu. Artinya pemerintah daerah telah mengantongi rekomendasi dewan, tinggal menunggu tahap persetujuan perbankan.

Plt Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani meminta kepada seluruh stakeholder serta Kepala OPD lingkup Busel untuk bahu membahu dalam upaya percepatan pembangunan di Buton Selatan. Pasalnya, tanpa ada dukungan dari seluruh pihak maka pembangunan Busel tidak akan terlaksana dengan baik.

“Apapun bentuk pembangunan yang dilakukan tentu ada efek sosial yang akan ditimbulkan. Baik itu peningkatan perekonomian, peningkatan pendapatan daerah bahkan yang lebih penting lagi yaitu untuk kemajuan Busel yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk mendukung pinjaman dana tersebut pihaknya tentu memerlukan landasan hukum berupa perda yang menjadi keputusan bersama Pemkab Busel dan DPRD Kabupaten Busel. Dan belum lama ini, langkah pihaknya telah mendapat persetujuan dari para wakil rakyat Kabupaten Beradat itu.

“Pinjaman itu sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Busel beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan pembangunan yang kita lakukan ditahun 2020 nantinya tidak mendapat hambatan demi Busel yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Plt Badan Keuangan Daerah Kabupaten Busel, Vivianti menuturkan terobosan Pemkab Busel dibawah kepemimpinan Plt Bupati Busel La Ode Arusani perlu diapresiasi. Menuruntnya, dengan pinjaman dana daerah sebesar Rp 115 miliar untuk membangun infrastruktur, maka akan berdampak pada peningkatan pelayanan masyarakat yang merata antara wilayah kepulauan dan wilayah daratan di Busel. Selain itu akan berdampak pada laju peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Busel ditahun-tahun mendatang.

Misalnya dengan dibangunnya dermaga yang presentatif tersebut, yang akan menghubungkan 4 kecamatan diwilayah kepulauan Kabupaten Busel, tentu akan memicu pertumbuhan ekonomi Busel. Selain itu pula, pelabuhan ini juga akan menjadi potensi pendapatan daerah tas penarikan retribusi di lokasi yang dimaksud.

Ia menjelaskan, ditahun 2019 studi kelayakan pembangunan dermaga pelabuhan rakyat ini sudah dilakukan. Dan dipastikan pembangunan dermaga akan diperkirakan akan terbangun pada bulan Juli 2020 sembari menunggu Amdal yang kepengurusannya menelan waktu hingga 6 bulan lamanya.

“Terkait zonasi dan izin lokasi sebenarnya sudah layak untuk dibangun dermaga ini. Apalagi sudah ada master plannya yang dilakukan sejak 2018 silam,” tambahnya.

Pada pembubuhan tanda tangan di prasasti tersebut, Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi Plt Bupati Busel La Ode Arusani, Sekda Busel La Siambo, Ketua DPRD Busel La Ode Armada dan sejumlah rombongan gubernur.

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest