Tagihan Berujung Maut, Karyawati Oppo Dibunuh Suami

  • Korban Dipukul Pakai Palu dan Ditikam Empat Kali

BAUBAU, BP – Malang nasib VF, karyawati salah satu gerai ponsel di Kota Baubau yang tewas di tangan suaminya sendiri, pada Senin (02/12) di sekitaran Ajaraijo Kawasan Benteng Keraton Buton. Sebelum tewas bersimbah darah, ibu muda itu datang menagih cicilan handphone ke suaminya yang sudah pisah ranjang.

Namun pertemuan keduanya saat itu, malah berujung petaka. VF diketahui, memberikan bahasa yang kurang baik kepada suaminya saat menagih cicilan handphonenya.

“Saat korban ingin menagih cicilan handphone kepada pelaku yang juga suami korban, ada bahasa yang kurang baik dilayangkan korban kepada pelaku,” kata Kapolsek Murhum Ipda Marvi Oksiriana Cakti STrK dalam rilisnya di media center Humas Polres Baubau, Selasa (03/12).

Bahasa yang kurang enak itu lanjut Marvi, membuat pelaku Erwin Ramadan secara spontan memukulkan palu yang ada di sekitarnya ke punggung korban. Saat itu posisi pelaku sedang mengerjakan listrik WC tidak jauh dari kediamannya.

“Di sekitarnya ada palu, alat itu yang dipakai,” ungkapnya.

Karena merasa kesakitan, korban kemudian melarikan diri ke dalam rumah yang diikuti oleh pelaku. Seperti sudah tidak ada rasa cinta di antara keduanya, di dalam rumah pelaku kemudian menikam korban sebanyak empat kali menggunakan pisau yang ada di kantong celananya.

“Menurut pengakuannya, dia tikam korban empat kali,” tutur Marvi.

Sebelumnya keduanya telah janjian via telpon untuk bertemu di tempat pelaku bekerja untuk membayar cicilan ponselnya. Pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri pada 2013 silam dan dikaruniai seorang anak, namun rumah tangganya tidak begitu harmonis akhirnya pisah ranjang sejak bulan Juli 2019.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Baubau Iptu Suleman menambahkan, jika pihaknya sementara memberikan sangkaan kepada pelaku dengan pasal 44 ayat 3 junto pasal 5 huruf a UU nomor 23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

“Karena belum selesai, masih dalam proses penyidikan, untuk sementara yang disangkakan saat ini pasal PKDRT. Namun nanti dilihat bagaimana setelah perkembangan penyidikan ke depannya apakah akan berubah pasalnya,” tutup Suleman.

Peliput : Asmaddin

Pin It on Pinterest