LABUNGKARI, BP – Kurangnya dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), sehingga pihak rumah sakit mengusulkan di penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Akan tetapi, untuk lowongan dokter spesialis di Buteng sangat kurang diniminati.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Samrin Saerani saat dikonfirmasi beberapa awak media kemarin mengatakan, ada empat formasi dokter spesialis yang dibuka, namun tidak ada satupun yang mendaftar.

“Dokter spesialis tidak ada yang mendaftar, ada empat dokter spesialis yang dibuka, tapi kosong tidak ada peminatnya,” jelasnya.

Tidak adanya minat para peserta CPNS untuk mendaftar di dokter spesialis, BKPSDM Buteng berencana menyekolakan satu dokter setiap tahunnyanya untuk menjadi dokter spesialis di Buteng.

Hal tersebut untuk pengembangan daerah dan menunjang rumah sakit, sebab RSUD Buteng memiliki penunjang yang banyak bukan hanya di Buteng saja, terdapat dari Kabupaten Muna dan Muna Barat.

Oleh sebab itu, hal tersebut perlu diskusikan, dimana pihaknya akan merencanakan kemudian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Untuk mengetahui dokter spesialis apa yang dibutuhkan.

“Ini baru rencana, belum sampai kesitu karena melihat kondisi tdak ada yang mendaftar dokter spesialis di CPNS itu,” tuturnya.

RSUD Buteng telah berjalan kurang lebih selama tujuh bulan, akan tetapi masih melakukan pelayanan umum saja, sebab belum memiliki dokter spesialis. Untuk sarana prasarana bangunan sudah mencapai 80 persen, sedangkan kekuranganmya tinggal gedung radiologi, ICU, Gedung Jenaza, dan pengelolaan laundrinya. Untuk gedung operasi sudah terbangun tinggal melengkapi isi dan kelengkapan, hingga tenaga medis.

Peliput: Hengki TA

By admin

Pin It on Pinterest