Sempat Lari, Tersangka Penikaman di Desa Patuno Ditangkap

WANGI-WANGI, BP -Sempat bersembunyi di Kota Kendari, IS (18) tersangka tindak pidana penikaman di Desa Patuno Kecamatan Wangi-Wangi pada tanggal 12 Januari 2020, sekitar pukul 23:20 Wita, berhasil dijemput di Bandara Matahora oleh Kepolisian Resor (Polres) Wakatobi.

Saat dikonfirmasi beberapa awak media, Kamis (16/01), Kapolres Wakatobi AKBP Anuardi SIK MSi melalui Kasatreskrim Aslim SH mengatakan, proses penjemputan pelaku dilakukan usai melakukan komunikasi persuasif dengan pihak keluarga. Untuk diketahui, sebelumnya IS dipanggil ke Kantor Polres Wakatobi pada Rabu (15/01), sebagai saksi. Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, teridentifikasi IS merupakan pelaku pembunuhan, dan ditetapkan sebagai tersangka di hari itu juga.

” Tersangka itu kami panggil sebagai saksi. Setelah kami melakukan pemeriksaan, rupanya dia cukup bukti untuk ditetapkan tersangka sehingga penangkapan kami lakukan di kantor,” ungkap Aslim.

Dikatakannya, usai mendapat informasi dari masyarakat terkait inseden penikaman tersebut, Polres Wakatobi langsung siap ke Tempat Lokasi Kejadian (TKP) malam itu juga. Kemudian, untuk memudahkan percepatan penangkapan pelaku pihaknya membentuk tim.

” Sementara hasil pemeriksaan melalui gelar perkara, kami menentapkan tersangka dengan inisal IS yang masih berstatus pelajar di SMK Unggulan Wakatobi, untuk sementara berdasarkan penyelidikan yang memegang senjata tajam adalah saudara iskar,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan, kejadian tersebut merupakan perseteruan antara dua kelompok yakni pemuda Desa Longa dan Desa Waelumu, yang mayoritas masih di bawah umur.

” Pihak korban ingin melerai dan pelaku ini ingin membantu rekannya, malah yang menjadi korban ini bukan orang yang bermasalah,” jelasnya.

Dijelaskannya pula, kejadian naas ini merenggut nyawa SW (24) dan korban luka RW (27). Diketahui, ke dua korban merupakan pemuda asal Desa Waelumu.

” Tidak sempat lagi dibawah Kerumah sakit, SW mengalami tusukan di bagian dada dan belakang, dan pelaku terindikasi mengonsumsi minuman keras,” ulasnya.

Menindak lanjuti perkara tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Wakatobi, sehingga bila kemudian terdapat pengembangan penyelidikan dan ditemukan indikasi pelaku lain maka pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjutan.

” Kalo motifnya ini sulit kita ambil, karena dia hanya membela temannya, sementar ancaman hukuman berdasarkan pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tutupnya.

Peliput: Zul Ps

Pin It on Pinterest