BATAUGA,BP-Pembangunan insfrastruktur jalan poros yang menghubungkan dua wilayah antara Wabula, Kabupaten Buton dan Burangasi, Kabupaten Buton Selatan akan direalisasikan tahun 2020.

Sebelumnya, peletakan batu pertama pembangunan jalan yang menghubungkan dua wilayah tersebut telah digelar tahun 2019 lalu, di Desa Burangasi, Kecamatan Lapandewa.

Diketahui anggaran infrastruktur pembangunan jalan poros tersebut menggunakan APBD Pemprov Sultra tahun 2020 dengan estimasi anggaran ditaksir mencapai Rp 70 miliar

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Busel, La Ode Muhammad Idris mengatakan pembangunan akses jalan yang menghubungkan Wabula-Burangasi merupakan usulan Gubernur Sultra Ali Mazi.

Atas usulan itu, pihaknya langsung menindaklanjuti yang kemudian melakukan tracking dan hasilnya dari Burangasi hingga Wasuemba atau tepat masuk diperbatasan Kabupaten Buton itu berjarak enam kilometer

Pihaknya juga dituntut untuk mencoba melakukan desain pembangunan jalan. Jalan poros itu dibagi dua ruas, median jalan satu meter, bahu jalan masing-masing satu meter atau total lebar jalan dalam desain adalah 17 meter dengan menggunakan aspal hotmix

“Anggaran melalui APBD Propinsi Sultra tahun 2020, infrastruktur jalan menggunakan aspal hotmix dengan usulan anggaran ditaksir hingga Rp 70 miliar. Dalam perencanaan juga disalah satu titik sisi jalan itu juga dibuatkan Ruang Terbuka Publik (RTP),” ucap Muhammad Idris beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, Muh. Idris berharap pembangunan jalan Wabula-Burangasi yang menghubungkan dua wilayah Buton Selatan dan Buton dapat berjalan dengan baik.
“Jalan tersebut akan memotong jarak tempuh antara Masyarakat Burangasi, Buton Selatan ke Wabula, Kabupaten Buton begitupula sebaliknya,” tambahnya.

Sementara Asisten II Pemprov Sultra Zanuriah membacakan sambutan Gubernur Sultra Ali Mazi dalam peletakan batu pertama jalan itu, mengatakan sangat menyadari kedekatan emosional Burangasi dan Wabula sebagai satu entitas dalam spektrun masyarakat Buton yang beragam.

“Disambungkannya dua wilayah yang terputus itu, maka dua kawasan ini bukan hanya terjalin persaudaraan yang semakin erat tetapi juga akan memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah sehingga kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat dimasa yang akan datang,” ucapnya.

Ditambahknnya, semoga apa yang dikerjakan dimasala lalu, sekarang dan akan datang selalu memberikan nilai manfaat dan mendapat ridho-Nya.

Sementara, Bupati Buton Selatan H La Ode Arusani mengatakan apa yang telah diinginkan oleh masyarakat Lapandewa telah tercapai. Ia juga bersyukur atas perhatian Pemprov Sultra telah membuka akses jalan yang telah lama terputus bagi dua wilayah tersebut.

Selain itu, Arusani juga berterima kasih karena beberapa ruas jalan Propinsi diwilayah Buton Selatan telah diaspal.

“Misalnya di jalan Gunung Sejuk yang sudah cukup lama diperjuangakan untuk diaspal dan alhamdulilah hari ini sudah dikerjakan,” tukasnya

Peliput : Amirul

By admin

Pin It on Pinterest