BAUBAU, BP- Menanggapi keluhan masyarakat terkait pencemaran laut di Palabusa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau turun mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium.

“Kemarin itu kita memang turun ke sana (Palabusa-red), kita mengambil sampel di sana, dan yang diuji itu bagus hasil laboratoriumnya,” ungkap Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Baubau Maryani Dwi Sutanti.

Maryani yang saat itu diwawancarai di ruangan kerjanya, tidak berani menyebut bahwa laut di Palabusa tercemar. Pasalnya, hasil laboratorium menyebutkan, Ph laut tersebut berada diangka tujuh, artinya masih memenuhi baku mutu biota laut.

Terkait menurunnya hasil budi daya rumput laut di wilayah tersebut, Maryani menegaskan, bukan faktor dari air laut, melain faktor lainnya yang mesti dilakukan pengkajian lagi.

“Jadi kita tidak bisa mengatakan tercemar. Artinya kalau penurunannya hasil rumput laut di sana, itu banyak faktornya, apakah dari sistem bercocok tanamnya, atau musim yang kurang bagus,” jelasnya.

Kendatipun demikian, DLH Baubau akan terus berkoodinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulawesi Tenggara terkait hal tersebut. Terkmasuk dengan uji laboratoriumnya.

“Wilayah laut inikan kewenangan dari provinsi. 0-14 mil itu kewenangan provinsi, jadi kita sifatnya meneruskan laporan mengaduan masyarakat,” tutup Maryani.

Sebelumnya diberitakan, jika Lurah Palabusa Rukiyah mengaku, omset pendapatan petani rumput laut di wilayahnya mengalami penurunan, akibat laut di wilayah Palabusa diduga tercemar oleh limbah.

“Saya meminta tolong kepada Pihak pemerintah agar dapat membantu dalam mencarikan solusi terkait laut Palabusa yang tercemar,” akunya.

Peliput: Gustam

By admin

Pin It on Pinterest