Pemkot Siapkan Ruang Isolasi Suspect Corona di RSUD Baubau

BAUBAU, BP – Pemerintah Kota (Pemkot) sudah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah masuknya Virus Corona di Kota Baubau. Meski belum ada laporan virus mematikan itu masuk ke Indonesia, namun di RSUD Baubau telah disiapkan satu ruangan isolasi.

Penanggulangan Virus Corona sudah menjadi masalah serius di tingkat Internasional, tidak terkecuali di Kota Baubau. Secara terpadu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, maupun instansi vertikal terkait sudah membuat kesepakatan tentang prosedur pencegahan Virus Corona di Kota Baubau.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau Dr Wahyu MScPH menyebut, Kota Baubau merupakan daerah yang memiliki jalur pintu masuk yang lengkap, baik itu melalui udara (bandara), laut (pelabuhan) dan darat. Sehingga pihaknya telah menyiapkan tenaga kesehatan maupun fasilitas pendukung untuk mengantisipasi jika ada suspect virus corona yang masuk ke Kota Baubau.

“Meskipun otoritas pemerintah Indonesia menyatakan belum ada kasus Virus Corona, tetapi kewaspadaan diinstruksikan harus tetap ada, dan tiap-tiap sektor terkait memiliki tugas masing-masing. Saya sudah berkoordinasi dengan BLUD RSUD Baubau, kita siapkan ruang isolasi satu unit,” jelasnya saat ditemui Kamis (13/02).

Namun pihaknya mengakui, saat ini di Kota Baubau belum memiliki alat Thermal Scanner (pemindai suhu) yang ditempatkan di pelabuhan. Pasalnya ruangan yang dimiliki belum memenuhi syarat untuk ditempatkan alat tersebut.

Di Pelabuhan Murhum kata dia, belum memiliki terminal kedatangan, yang ada hanya terminal keberangkatan. Alat Thermal Scanner harus ditempatkan di terminal kedatangan untuk mendeteksi penumpang yang turun dari kapal. Sementara alat tersebut tidak boleh berada di luar ruangan atau terkena cahaya matahari langsung.

“Persyaratan ruangan juga belum ada, karena Pelabuhan Murhum juga tidak ada terminal kedatangan, sehingga penumpang yang dari kapal tidak melewati ruangan,” katanya.

Sehingga dalam rapat lintas sektoral beberapa waktu lalu telah disepakati, pemeriksaan fisik dilakukan oleh dokter dengan langsung naik ke atas kapal yang datang, utamanya yang dari luar negeri. Wahyu menyebut, jika ada Kapal Pertamina yang setiap tiga bulan sekali masuk ke Baubau dari Singapura.

“Jadi prosedurnya sebelum merapat, pihak kantor kesehatan pelabuhan sudah harus turun dan mengecek di tengah laut. Dokter kemudian memeriksa gejala-gejala yang ada,” tuturnya.

Selain belum memiliki alat Thermal Scanner, Wahyu juga mengatakan jika di Kota Baubau belum memiliki pakaian khusus, seperti yang digunakan petugas medis di Cina. Namun tenaga medis sudah siap, jika ada suspect Virus Corona.

“Kalau memang ada terduga suspek virus corona bisa diisolasi dan diobservasi sesuai prosedur sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Pihaknya meminta masyarakat tidak perlu terlalu panik menanggapi mewabahnya Virus Corona. Masyarakat harus tetap tenang agar dapat mengambil langkah yang tepat.

Kemudian informasi yang beredar terkait Virus Corona harus disaring, dan jangan mudah percaya dengan berita bohong (hoax) agar tidak semakin menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Yang perlu dilakukan masyarakat adalah dengan tetap menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Budaya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir juga harus terus dilakukan, karena kebisaan baik ini tidak hanya mengindarkan manusia dari penyakit pernapasan, namun juga penyakit pencernaan.

Selain itu Wahyu berharap, masyarakat yang batuk atau bersin agar menutupnya dengan sapu tangan atau masker agar kuman atau virus yang keluar tidak langsung bertebaran di udara dan mencemari orang yang sehat. Untuk orang sehat, agar membatasi interaksi dengan orang sakit.

“Penularan dari manusia ke manusia itu kan berasal dari apa yang keluar saat batuk atau bersin. Olehnya saat batuk atau bersin harus menutupnya dengan sapu tangan atau masker, di sisi lain orang yang sehat harus menghindari yang sakit, kalau pun dekat harus menggunakan masker,” pintanya.

Peliput: Zaman Adha

Pin It on Pinterest