TPID Busel Bahas Pengendalian Inflasi

BATAUGA,BP-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buton Selatan (Busel) menggelar rapat koordinasi awal tahun 2020, bertempat di Aula Kantor Bupati Buton Selatan, Kamis (13/02).

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Asisten II Setda Busel La Ode Mpute, dihadiri Kabag Ekonomi Setda Busel Amir Salito Womal, Kepala Sub Divisi Regional Perum Bulog Baubau, Ardiansyah, serta OPD teknis terkait dengan Pengendalian Inflasi Daerah. Dengan agenda rapat membahas masalah-masalah terkait penanganan inflasi daerah di lingkup Kabupaten Busel pada tahun 2019, serta rencana aksi pada tahun 2020.

Asisten II Setda Busel, La Ode Mpute mengatakan, fungsi TPID harus dioptimalkan dengan menjalin komunikasi antar sektor, agar pengendalian inflasi di Kabupaten Busel dapat berjalan secara maksimal, sehingga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi tetap terjaga dengan baik.

“Rapat koordinasi ini untuk mempertegas komitmen daerah dalam menjaga stabilitas harga dengan mewujudkan strategi 4K (ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif),” ucap La Ode Mpute.

Sementara Kabag Ekonomi Setda Busel, Amir Sarlito Womal mengatakan, mengenai tugas TPID, yakni mengevaluasi sumber-sumber dan potensi tekanan inflansi di daerah, serta dampaknya terhadap pencapian sararan. Kemudian menyampiakan rekomendasi, saran, dan pertimbangan yang mendukung pencapian baik saran dan pertimbangan yang mendukung pencapaian sasaran inflasi kepada pemerintah kabupaten dan Provinsi Sultra serta instansi terkait lainnya.

Kata Amir Sarlito Womal, selanjutnya memantau pelaksanaan kebijakan yang ditempuh dalam rangka pengendalian inflasi di daerah dan melaksanakan diseminasi mengenai sasaran dan upaya pencapian sasaran inflasi kepada masyarakat.

Dijelaskan, jika inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dimana barang dan jasa tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat, atau turunnya daya jual mata uang suatau daerah yang disebabkan oleh beberapa faktor, sehingga berdampak dalam banyak hal.

“Seperti mengganggu mobilisasi dana domestik, daya saing menjadi berkurang, memperburuk distribusi pendapatan, serta mengganggu inventasi dan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya

Ditambahkannya, melalui pertemuan ini juga diharapkan adanya inisiatif untuk memantau ketersediaan bahan pokok di dalam daerah, serta menganalisa gejala apa saja terjadi yang memungkinkan inflasi kembali naik, serta mengkoordinasikannya dengan stakeholder terkait.

“Rapat koordinasi ini baru awal, dalam beberapa bulan kedepan atau pada akhir maret diadakan pertemuan lanjutan serta April 2020 akan dibahas lagi terkait dengan kesiapan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” tukasnya

Dikesempatan yang sama, Kepala Sub Divisi Regional Perum Bulog Baubau, Ardiansyah menyampaikan bahwa, sebagai BUMN yang mempunyai tugas untuk memastikan ketersedian pasokan bahan pangan di wilayah Baubau, Buton, Buton Tengah dan Buton Selatan.

“Untuk saat ini stok beras di Gudang Bulog Baubau masih tersedia 500 to, sehingga sampai dengan emapt bulan kedepan masih dapat terpenuhi,” ucapnya

Lanjutnya, Ardiansyah juga menyampaikan bahwa ditingkat desa/kelurahan di Busel sudah ada mitra-mitra Bulog Rumah Pangan Kita, serta beberapa BUMDes yang sudah bermitra dengan pihaknya.

“Kedepan yang perlu ditindak lanjuti adalah pembentukan Toko Pangan Kita sebagai mitra distribusi Bulog ke tingkatan pengecer di wilayah Buton Selatan. Untuk gula dan komoditas lainnya masih menunggu suplai dari pusat serta penguatan kemitraan dengan pihak Kementerian Pertanian,” katanya

Ia berharap pihak Pemkab Busel akan segera mengkonsolidasikan pasar-pasar di kecamatan untuk dapat menjadi mitra Bulog sebagai Toko Pangan Kita, serta akan memperkuat kemitraan BUMDes dengan BULOG Baubau dalam memastikan ketersedian pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi yang akan disinerginakan dengan BUMD Busel.

Ditambahkannya, rapat TPID akan dilaksanakan setiap triwulan, dan pada situasi tertentu akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi perekonomian yang terjadi di masyarakat.

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest