Petani Rumput Laut Palabusa Terancam Gulung Tikar

BAUBAU, BP- Sudah sejak enam bulan petani rumput laut Palabusa mengalami gagal panen dan terancam gulung tikar. Untuk saat ini banyak dugaan terkait keadaan rumput laut yang mengalami kerusakan.

” Kami sudah mengeluh di Dinas Perikanan terkait hal tersebut,” ungkap ketua kelompok petani rumput laut Arif saat ditemui Baubau Post.

Untuk saat ini kondisi rumput laut menjadi putih dan mudah terputus dengan gejala timbulnya bercak pada bagian thallus, lama kelamaan akan kehilangan warna. Dan jika terlambat diangkat maka akan matang, sehingga sebelum waktu seminggu para petani mengupayakan untuk segera mengangkatnya agar rumput laut tetap utuh.

” Sebenarnya disini banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya ada beberapa orang yang melakukan panah-panah ikan ditakutkan mereka menggunakan bius, tapi kami tidak tau dan belum ada bukti sehingga kami tidak mau menuduh orang, makanya kami serahkan pada penelitian tersebut agar diketahui apa faktor penyebabnya,” jelasnya.

Selain itu juga cuaca dapat berpengaruh, jika hujan panas maka air laut tidak stabil. ada pula Banjir yang mengakibatkan kotoran yang ada didasar laut naik kepermukaan sehingga dapat merusak rumput laut.

” Belum lama ini terjadi banjir banyak kotoran turun ke laut,” tuturnya.

Olehnya itu, Arif berharap agar dapat dapat diketahui apa penyebab dari kerusakan rumput laut yang ada diwilayah Palabusa. ” Karena rumput laut merupakan mata pencarian masyarakat Palabusa,” tegasnya.

Sementara di pemberitaan sebelumnya, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Baubau Maryani Dwi Sutanti mengatakan, jika tidak adanya indikasi laut tersemar, pasalnya Ph air laut Palabusa berada diangka tujuh, artinya masih memenuhi baku mutu biota laut. Terkait menurunnya hasil budi daya rumput laut di wilayah tersebut, Maryani menegaskan, bukan faktor dari air laut, melain faktor lainnya yang mesti dilakukan pengkajian lagi.

” Jadi kita tidak bisa mengatakan tercemar. Artinya kalau penurunannya hasil rumput laut di sana, itu banyak faktornya, apakah dari sistem bercocok tanamnya, atau musim yang kurang bagus,” jelasnya.

Peliput: Nelvida A

Pin It on Pinterest