Stok Pangan di Busel Aman

  • Hardin : Masyrakat Jangan Panik dan Beli Sembako Berlebihan

BATAUGA,BP-Kepala Dinas UKM, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Hardin mengimbau kepada warga Buton Selatan untuk tidak panik dalam membeli kebutuhan pangan, sebab, stok pangan Busel masih aman.

“Kita sudah sampaikan kepada masyarakat untuk tidak panik membeli kebutuhan pangan sehingga berlebihan, karena ketersediaan sembako seperti beras bulan ini saja sudah 50 ton,” ucap Hardin saat ditemui di Sekretariat Daerah Busel, Jumat (04/03)

Dari data kebutuhan alat kesehatan dan ketahanan pangan Kabupaten Buton Selatan, tercatat ketersediaan sembako untuk bulan April seperti, beras sebesar 50 ton, gula pasir 2 ton, minyak goreng 2 ton, daging sapi 1 ton, telur ayam 1 ton, susu 1 ton sayur dan buah-buahan 1 ton, minyak tanah/gas LPG 2 ton serta garam beryodium 1 ton.

“Untuk beras mulai April hingga Agustus akan disiapkan 500 ton, sementara suplai gula pasir masih dalam sementara proses,” katanya.

Harga beras Bulog Rp 8.450 perkilogram dan harga tertinggi mencapai Rp. 9.450 perkilogram. Harga Bulog dipasaran, kata Hardin tidak boleh melebihi dari harga yang telah ditetapkan.

“Jika ada oknum pedagang menaikan harga tidak wajar atau melebih dari ketentuan yang ada, maka masyarakat diharapkan untuk melaporkannya, sehingga kami akan tindak,” tegasnya.

Ia tidak memungkiri jika harga sembako dipasaran agak sedikit meningkat, selain pengaruh covid-19 juga akan memasuki bulan Ramadan dan lebaran Idul Fitri. Misalnya kebutuhan beras untuk zakat, sedekah dan lain-lain.

“Biasanya seperti itu makanya permintaan ketersediaan kebutuhan sembako misalnya beras Buton Selatan ke Bulogh semakin tinggi, hal ini untuk menstabilkan kondisi kebutuhan pangan kita,” tuturnya.

Saat ditanya soal pengelaran pasar murah untuk menstabilkan kondisi saat ini, kata Hardin, saat rapat bersama tim TPID berserta Bulog, pasar murah belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena akan menimbulkan kerumunan warga disatu titik dan itu dihindari.

“Makanya kemarin diputuskan untuk menundah dulu agenda pasar murah dengan menggandeng pihak Lippo. Jika seandainya hingga sampai tanggal 6 April ini kondisi saat ini masih seperti ini status daerah masih dalam pencegahan Covid-19 maka masih akan ditunda, tetapi pihaknya akan terus memantau harga-harga dilapangan,” ucapnya.

Ditambahkannya, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memantau, jika ada oknum-oknum yang bermain dengan memanfaatkan kondisi saat ini, misalnya jika ada tengkulak dengan membeli beras Bulog kemudian mengganti bungkusnya dengan beras premium untuk menaikkan harga beras.

“Maka jangan segan-segan masyarakat untuk melaporkannya kepada kami, kita akan tindak tegas bekerjasama dengan Fokompinda,” tukasnya

Peliput : Amirul

Pin It on Pinterest