• Tujuh Tambahan Baru Dominan Terserang Tenaga Kesehatan, Tiga Dinyatakan Sembuh

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU,FAKTASULTRA.ID – Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kota Baubau mengumumkan secara resmu update kasus positif Corona di Kota Baubau per tanggal 25 mei 2020 menjadi 14 orang. Jurubicara Covid-19 dr Lukman SpPD mengatakan tambahan tujuh Pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Baubau didominasi oleh tenaga kesehatan (Nakes).

Konferensi pers Jubir Covid itu didampingi Kalaksa BPBD Kota Baubau La Ode Muslimin Hibali, SE, M.Si dan Kadis Kesehatan Kota Baubau Dr Wahyu dalam jumpa pers di Sekber gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau Jl Dayanu Ikhsanuddin Rabu (27/5).

dr Lukman menjelaskan selama ini Nakes merupakan garda terdepan yang berjibaku melakukan penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 sore ini beberapa diantaranya dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

“Oleh sebab itu, dengan adanya hal ini maka diingatkan kepada semua dokter juga semua tenaga kesehatan yang bertugas di garis depan untuk selalu memperhatikan tahapan tahapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan selalu hati-hati dalam pelepasan APD,”katanya mengingatkan

Tujuh orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 yakni pasien 08 wanita inisial SR usia 31 tahun, pasien 09 wanita inisial KD 44 tahun, pasien 010 wanita inisial SWA usia 38 tahun, pasien 011 wanita inisial STOS 33 tahun, pasien 012 wanita inisial C usia 36 tahun, pasien 013 wanita usia 34 tahun inisial WLF, pasien 014 Laki-Laki inisial PST.

“Total pasien yang positif covid-19 di Kota Baubau berjumlah 14 orang, 11 orang yang kini menjalani perawatan dan 3 orang sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah,”jelasnya.

Untuk itu diharapkannya agar Nakes selalu menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi, tetap berpasangan dalam melepas APD terutama dan saling membantu selalu memanfaatkan waktu-waktu luang waktu istirahat setelah lepas jaga tetap terapkan protokol kesehatan.

Sedangkan bagi masyarakat diharapkan untuk tetap berpartisipasi aktif dan selalu menjalankan protokol kesehatan..

Lebih lanjut dijelaskan dokter ahli spesialis penyakit dalam ini, berdasarkan hasil laporan PCR yang diterima gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kota Baubau, pasien 02 yang sudah menjalani perawatan di RSUD Baubau dan sudah 2 kali dilakukan swab dinyatakan sembuh atau negative.

Sementara untuk pasien yang sedang dalam perawatan agar tetap bersabar dan secepatnya akan dilakukan langkah-langkah untuk follow up kesembuhan pasien.

Dengan bertambahnya pasien positif covid-19 di Kota Baubau dan sembuh 1 orang maka jumlah sebaran data covid-19 juga mengalami perubahan pada Rabu (27/5) yakni OTG 90, ODP 13 dan jumlah PDP 3.

Peliput: Zul Ps –Editor: Ardi

WANGI-WANGI,BP – Mulai hari ini, para pelaku perjalanan yang memasuki wilayah Kabupaten Wakatobi akan dilakukan Repid tes tanpa biaya sepersen pun, hal ini untuk memutus penyebaran Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi Muliadin mengatakan, sementara untuk pelaku perjalanan yang akan meninggalkan Wilayah Kabupaten Wakatobi maka dilakukan secara selektif.

” Dalam arti bahwa mereka yang kemarin datang dari daerah-daerah yang terpapar kita jaring melalui mereka mau balik, tidak hanya itu. Mulai sebentar sore yang datang dari pelabuhan Ferry itu kita rapid tes,” katanya.

Muliadin menambahkan jika ditemukan terdapat pelaku perjalanan yang reaktif maka belum diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing namun akan dilakukan isolasi sesuai protokoler kesehatan.

“Selain itu ABK kapal juga kita akan lakukan rapid tes,” tambahnya, Rabu (27/05).

Selain itu, pelaku perjalanan yang tercatat telah melakukan rapid tes sebanyak 37 orang dengan hasil non reaktif. Sementara itu, untuk stok rapid tes yang disediakan oleh tim gugus Covid-19 berkisar 1000 unit, dan yang lainnya masih sementara dipesan.

Tak hanya itu, pihaknya juga merencanakan adanya pemeriksaan menggunakan alat rapid tes tersebut kepada para pedagang dibeberapa pasar tradisional, pasal memasuki lebaran lalu, masyarakat banyak melakukan kontak fisik.(*)

By admin

Pin It on Pinterest