191 Ton Beras Bantuan Pemprov Sultra Tidak Merata, Pulau Binongko Terlupakan

Peliput: Zul Ps — Editor: Hasrin Ilmi

WANGI-WANGI, BP – Sebanyak 191 Ton beras bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra untuk Kabupaten Wakatobi telah diterima oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Wakatobi secara simbolik. Bantuan tersebut di bagikan kepada 10613 KK dengan total per KK mendapatkan 18 Kg.

Namun ironis, dari data yang ada terdapat satu pulau di Wakatobi yang tidak mendapatkan bantuan yang berasal dari APBD Propinsi melalui Dinas Ketahanan Pangan Propinsi Sultra tersebut, yakni Pulau Binongko dengan 2 Kecamatan yaitu Binongko dan Togo Binongko.

Serah terima bantuan beras di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi beberapa waktu lalu

” Untuk Kecamatan Kaledupa sebanyak 2157, Kaledupa Selatan sebanyak 1383 untuk Kecamatan Tomia sebanyak 492 KK, Kecamatan Tomia timur 1218, Untuk Kecamatan Wangi-wangi 2936 dan untuk Kecamatan Wangi-wangi Selatan sebanyak 2427 KK,” ungkap Sekda Wakatobi Jumadin usai serah terima bantuan tersebut.

Kemudian saat dikonfirmasi kembali melalui sambungan telepon pada Selasa (29/06), Jumadin mengatakan bahwa data penerima bantuan beras tersebut telah ditetapkan oleh Pemprop Sultra.

” Jadi begini, itu data dari propinsi itu kecamatan Binongko dan Togo Binongko tidak dapat, tapi untuk jelasnya kadis Ketahanan Pangan yang lebih tau,” tangkasnya singkat.

Setelah itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Wakatobi Sulaeman yang mengaku berada di Pulau Tomia saat ditelepon awak media Baubaupost mengatakan, pihaknya juga sempat mempertanyakan hal tersebut pada perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Propinsi.

” Alasannya Anggaran tidak mencukupi, maka tidak kebagian pulau binongko tapi saya pikir, kemarin kita sudah laporkan juga bahwa ini pulau binongko akan ditanggung pemerintah daerah, berarti sudah tanggungannya pemerintah daerah untuk Binongko.” Katanya.

Sementara saat ditanyai terkait dinas mana yang akan menanggulangi bantuan beras tersebut, agar terjadi pemerataan pembagian beras tersebut, pihaknya mengakui hingga saat ini belum mengetahuinya

” Apakah dari dinas sosial atau dari Ketapang, itu kan dari gugus covid itu nantinya, itu yang belum saya tau kapan kira-kira penyalurannya. Iya karna saya baru mendengarkan bahwa akan ditaktis oleh pemerintah daerah nanti tetapi yang melaksanakan dinas mana belum saya tau.” Akunya

Hal ini mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua I DPRD Wakatobi H Arifuddin yang juga merupakan salah satu putra daerah Kepulauan Tukang besi tersebut, Dijelaskannya, bila pembagian tersebut tidak merata maka tidak ada keadilan dalam pembagian.

” Ya tidak merata, harapan ya dapat juga disana. Kenapa yang lain dapat kenapa disana tidak, selama ini Tomia pernah masuk k Zona merah?, Wanci, Kaledupa pernah kah dipeta itu muncul,? Itu yang dipertanyakan. Atau dijadikan, disana itu sebagai lambang bahwa zona merahnya itu ada di Binongko,” jelasnya.

Selain itu, Arifuddin juga menambahkan bahwa jika terjadi keadilan maka bantuan sebanyak 191 ton beras tersebut tentu akan menyentuh masyarakat kepulauan Binongko.

” Pembagiannya kan di Kabupaten ini atas kerja samanya dengan dinas ketahanan pangan Propinsi. Itu pak Jumadin, itu kan ada anunya (Rekamannya_Red) itu, coba diputar kembali waktu serah terimanya kan bisa dipelajari itu. Kan bisa di tarik benang merahnya,” tutupnya.(*)

Pin It on Pinterest