Komunitas Kopi Gila Siap Gelar Lomba Catur

  • Peringatan Hari Keadilan Internasional

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Permainan Catur merupakan salah satu permainan bersejarah yang tak akan pernah lekang oleh waktu. Permainan yang menggunakan strategi dan dengan mengandalkan otak ini semakin hari semakin di minati banyak orang, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain itu, jenis permainan ini telah menjadi jenis permainan yang sering diperlombakan baik pada olimpiade-olimpiade bahkan tingkat internasional. Dengan adanya hal tersebut, Salah satu Kolompok yang mengatasnamakan diri Komunitas Kopi Gila bakal melaksanakan perlombaan Catur pada tanggal 17 Juli 2020 mendatang.

Wa Ode Yuli salah satu anggota komunitas Kopi Gila dan papan caturnya

” Pagelaran itu sekaligus untuk memperingati Hari Keadilan Internasional yang jatuh pada tanggal 17 Juli, Selain itu juga, kegiatan ini lahir karena adanya hasil rembukan bersama teman-teman komunitas,” ungkap Rahman Jadu yang merupakan salah satu anggota komunitas itu saat ditemui pada Selasa (30/06).

Rahman melanjutkan, Pertandingan Catur berdasarkan sejarah telah dicatat jika catur mulai dimainkan sejak abad ke-7 di India saat masa pemerintahan Gupta tersebut direncanakan akan diadakan di Cafe Kopi Gila yang bertempat di Kompleks Topa, lorong Mami Mata Satu, Kelurahan Mandati III Kecamtan Wangi-wangi Selatan (Wangsel) Kabupaten Wakatobi.

” Pertandingn catur tersebut dimaksudkan juga agar, pada peringatan hari Keadilan Dunia nanti, khususnya masyarakat Wakatobi menyadari bahwa dengan berpikir, melangkah dan pengambilan keputusan harus dibarengi dengan pemikiran yang matang sehingga adanya keadilan dalam tatanan kehidupan bermasyarkat.” lanjutnya ditemui di Kafe Kopi Gila.

Ditambahkan, menurut pandangan Komunitas tersebut dalam sebuah permainan catur pemain dituntut untuk berfikir seaktif mungkin dengan konsentrasi dan keterampilan serta ketelitian, bukan hanya itu pemain juga harus memiliki taktik dan strategi sehingga orang lebih berhati-hati melangkah agar mencapai kemenangan.

” Demikian juga di harapkan oleh anggota Komunitas Kopi Gila, bukan soal permaian caturnya, tetapi situasi dan keharusan yang mesti dimiliki setiap pemain catur, menjadikan pembentukan karakter yang cermat, sehingga peluang keadilan bagi siapa saja bisa teraviliasi untuk mencapai keadilan sosil bagi setip insani.” harapannya.

Dalam kesempatan itu juga, Rahman menyebutkan bahwa nama Kopi Gila tersebut dikarenakan tawaran kopi yang disajikan bagi pelanggan yang berkunjung terkadang disajikan dengan rasa yang sedikit berbeda-beda,

” Situasi caffe Kopi tersebut memang agak aneh, jika anda berkunjung maka, anda akan merasakan taste Kopi yang berbeda-beda pada setiap penyajianya, kadang manis, pahit, dan entah rasa apa yang pastinya aneh.” Tutup lelaki berkumis tipis itu sembari tersenyum-senyum.

Pin It on Pinterest