Peliput: Zaman Adha — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Keluarga salah seorang pasien mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit (RS) Siloam Buton. Meski sudah mengantongi hasil swab negatif Covid-19, namun masih dirapid test lagi.

Kakak pasien, Priyo Santoso mengaku, adiknya telah memiliki keterangan hasil swab negatif Covid-19 dari Gugus Tugas Kota Baubau per tanggal 02 Juli 2020. Namun saat di RS Siloam adiknya kembali dirapid test dan hasilnya reaktif.

Kakak Pasien yang di rujuk ke RS Siloam Buton yang mengeluah adiknya diwajibkan jalani rapid tes lagi Foto Zaman Adha–BaubauPost

“Ternyata setelah di Siloam, harus dirapid lagi dan dinyatakan reaktif, namun hasilnya belum diberikan,” katanya saat ditemui di RS Siloam, Kamis (09/07).

Adiknya berinisial LH, mengalami kebocoran ginjal dan dirawat di RSUD Kota Baubau. Oleh dokter kata Priyo, harus dilakukan prosedur cuci darah.

“Karena di palagimata kurang memadai, sehingga diarahkan ke Siloam,” ujarnya.

Tidak hanya hasil swab negatif, LH juga bahkan telah dirapid test di RSUD Kota Baubau dan hasilnya non reaktif. Sementara hasil swab negatif adiknya tersebut telah diberikan kepada pihak RS Siloam.

“Sebenarnya itu pribadi tetapi kami tidak dikasih lagi, karena katanya hasilnya sewaktu-waktu bisa berubah,” ungkapnya.

LH dirawat di RSUD Kota Baubau sejak Senin (06/07). Kemudian diarahkan ke RS Siloam untuk cuci darah pada Kamis sekitar pukul 04.00 Wita dini hari. Hingga media ini menemui narasumber pada pukul 03.28 Wita, pasien belum juga dilayani.

Padahal menurut Priyo, adiknya sangat membutuhkan penanganan segera berdasarkan anjuran dari dokter di RSUD Kota Baubau.

Sementara itu, praktisi hukum Toufan Achmad menuturkan, seharusnya pasien sudah harus dilayani karena telah memiliki dasar hasil swab negatif dari Gugus Tugas Covid-19 Kota Baubau. Dirinya merasa keterangan dari gugus tugas itu malah dikesampingkan oleh pihak RS Siloam.

“Jika itu tidak bisa dipergunakan sebagai dasar, lalu perlu dipertanyakan kapasitas gugus ini sebagai apa??. Lalu pasien yang sudah diambil swabnya dan hasilnya negatif itu apa??,” tuturnya saat mendampingi keluarga pasien.

Semestinya lanjut dia, pasien harus mendapatkan haknya berdasarkan UU kesehatan dan juga kode etik kedokteran. Maka harus ada kepercayaan dari hasil yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.

“Harapan saya, pihak rumah sakit yang dituju pasien ini tidak boleh diberlakukan sebagai pasien Covid-19, karena sudah punya diagnosa dokter,” harapnya.

Saat dikonfirmasi, pihak RS Siloam meminta keterangannya belum dapat dimuat di media ini. (**)

By admin

Pin It on Pinterest