Laporan : Hasrin Ilmi

BAUBAU,BP-Buntut dari aksi unjukrasa yang dilakukan masyarakat tomia beberapa waktu lalu terkait penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang tidak sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) mendapat respon dari PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Baubau.

PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Baubau melalui Sales Branch Manager, Mahdi saat dikonfirmasi Baubau Post terkait aksi yang dilakukan Solidaritas Masyarakat Tomia (Smart) mengatakan, jika pihak APMS melakukan pelanggaran yang tidak sesuai dengan kontrak bersama PT Pertamina, maka APMS tersebut akan terancam saksi.

Salah satu pelayanan APMS Pertamina Foto IST

“Jika terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum sesuai dengan kontrak Pengelola APMS dan Pertamina izin penjualannya bisa di sanksi berupa penutupan dalam jangka waktu tertentu, hingga pemutusan hubungan usaha,”kata Mahdi via Whatsup senin (13/07).

Namun demikian, kata Mahdi, untuk membuktikan melanggar melakukan praktek legal atau tidak legal dalam pendistribusian BBM, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang.

“Untuk membuktikan prakatik legal atau tdk legal di serahkan kepada pihak yang berwenang,”tambahnya.

Untuk diketahui, jata Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang disulay ke APMS Tomia sebanyak 20 KL Permium dan 20 KL Solar.

Sebelumnya, Solidaritas Masyarakat Tomia (Smart) gelar aksi demonstrasi terkait indikasi proses pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang tidak sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP). Bahkan, dari temuan warga terdapat salah satu pegawai AMPS yang melakukan penjualan kepada pengecer liar.(***)

By admin

Pin It on Pinterest