• Kepsek SMPN 2: Saya Tidak Pernah Mengusir Guru, Malah Dia Yang Minta Saya Buatkan Surat Pengusiran Dirinya

Peliput: Arianto W — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Menepis isu miring yang beredar di masyarakat terkait status salah seorang guru Bimbingan Konseling (BK) SMPN 2 Baubau Hasrianti (51) yang dimutasi ke SMPN 7 Baubau pada Tahun Pelajaran 2019/2020 lalu, namun hingga kini nasibnya masih terkatung-katung.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau Kasman SPd MPd

Sebelumnya, berdasarkan pernyataan Hasrianti kepada awak media, Minggu (12/07) dirinya mengaku tidak mempersoalkan jika harus pindah tugas ke SMPN 7 Baubau. Namun, ada beberapa hal yang dirasa janggal yakni nota tugas sebagai dasar mutasi ke SMPN 7 Baubau tidak diberikan tanpa ada penjelasan apapun.

Mirisnya lagi, kata Hasrianti, dengan tidak diberikannya nota tugas tersebut dirinya mengaku tidak hanya kehilangan tunjangan sertifikasi namun juga penahanan gaji bulanan sejak April 2020 lalu oleh pihak Disdikbud Baubau akibat tidak menjalankan tugas mengajar di SMPN 7 Baubau.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Baubau Kasman SPd MPd saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (13/07) membantah tudingan penahanan gaji tersebut.

Kata Kasman, gaji Hasrianti bukan ditahan tapi sengaja tidak dimintakan. Pasalnya, sejak masuk Tahun Pelajaran 2019/2020 lalu, guru BK ini tidak pernah melapor serta tidak menjalankan tugas pengabdiannya di SMPN 7 Baubau selama hampir satu tahun.

” Kami tidak tahan gajinya, kami hanya tidak mintakan. Masuk akalkah guru tidak pernah malaksanakan tugas lalu dia mau terima gaji. Nanti kalau dia sudah datang melapor dan membuat pernyataan barulah gajinya diberikan, bersih dan tidak ada yang dipotong,” ungkapnya.

Selain itu, terang Kasman pula, pihak dinas selalu siap memfasilitasi pengurusan mutasi guru agar tidak mendapatkan kesulitan terkhusus yang berkaitan dengan nota tugas. Namun, dirinya mengaku hingga kini urusan tersebut tak kunjung selesai. Hal ini diakibatkan sikap ngotot Hasrianti yang justru tidak ingin dipindahtugaskan ke SMPN 7 Baubau.

Kepala SMPN 2 Baubau Machmud SPd

” Saya tidak mampu menyelesaikan itu karena yang bersangkutan tetap ngotot tidak mau pindah tugas di SMPN 7 Baubah,” terangnya.

Kepala SMPN 2 Baubau Machmud SPd membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, nota tugas yang dimaksud sebagai dasar mutasi dari SMPN 2 Baubau ke SMPN 7 Baubau sejak lama telah ada. Hanya saja, sikap acuh Hasrianti yang seolah-olah tidak ingin tahu-menahu soal pengurusan nota tugas tersebut.

” Itu nota tugas sudah ada, dia keluarnya kolektif, bukan orang per orang. Jadi kalau dia mau miliki yah tinggal ambil di BKD atau bisa datang ke sekolah, tinggal foto copy saja, hanya dia tidak mau tahu soal nota tugas itu. Apakah susahnya tinggal foto copy saja itu nota tugas? Padahal sudah fasilitasi, sudah disurati dari SMPN 7 Baubau, dan sudah dipanggil juga oleh pihak dinas,” ujar Machmud.

Machmud menjelaskan, Nota tugas dikeluarkan oleh BKD. Sekolah hanya mendapatkan tembusan berupa penyampaian teruntuk kepala sekolah bahwa ada beberapa guru yang akan dimutasi atau dipindahtugaskan.

Lalu, kepala sekolah berkewajiban menyampaikan laporan ini ke guru-guru terkait agar melaksanakan tugas di sekolah berdasarkan SK Mutasi.

” Nota tugas itu dari BKD dan sekolah hanya mendapatkan tembusan penyampaian kepada kepala sekolah bahwa ada guru yang pindah tugas, jadi kepala sekolah hanya menyampaikan ke guru-guru terkait,” tuturnya

Tak hanya itu, Machmud juga menyinggung terkait tudingan atas pengusiran Hasrianti dari sekolah. Kata Machmud, dirinya tidak pernah sekalipun mengusir guru BK tersebut.

Malah, Hasrianti yang memintah pihak sekolah untuk membuatkan selembar surat yang bertuliskan pengusiran atas dirinya.

Sontak, Machmud menjawab, ih siapa yang usir ibu? Saya hanya menyampaikan bahwa ada tembusan nota tugas dari BKD yang harus dilaksanakan ke SMPN 7 Baubau.

” Tidak benar kalau saya usir, malah dia yang minta sendiri. Dia sampaikan ke saya untuk membuatkan selembar kertas yang tertulis bahwa saya usir dia. Orang pasar yang datang jual ikan ke sini saja tidak mungkin kita usir, apa lagi dia yang guru senior disini,” pungkasnya. (*)

By admin

Pin It on Pinterest