Peliput: Zaman Adha — Editor: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Baubau kini mulai memberlakukan pass elektronik. Sistem ini merupakan peningkatan pelayanan dari pembayaran manual ke elektronik.

Kepala KUPP Baubau Pradigdo saat ditemui, Rabu (29/07), menargetkan mesin beroperasi mulai Agustus 2020. Saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan, misalnya training operator.

Loket pass elektronik yang terpasang di gerbang Pelabuhan Murhum Foto Zaman Adha–BaubauPost

“Saat ini kita masih training untuk admin, teknisi, dan kasir ada enam orang, nanti mereka kerjanya shift-shift. Kira-kira selesai lebaran,” katanya.

Mesin ini lanjut Pradigdo, bukan untuk memungut biaya parkir, tetapi pass masuk pelabuhan, karena telah disediakan parkiran gratis. Pass elektronik ini diperuntukkan bagi semua jenis kendaraan, sementara pejalan kaki masih dilayani manual.

“Jadi ini hanya penambahan fasilitas yang selama ini secara manual menjadi elektronik. Ini bukan parkiran hanya pass masuk pelabuhan, tapi dengan alat elektronik,” jelasnya.

Dengan sistem elektronik, pihaknya lebih mudah mendata jumlah kendaraan yang keluar masuk secara akurat melalui sistem komputer. Sementara jika menggunakan sistem manual, keakuratan datanya masih diragukan.

Pihaknya juga tengah mendata beberapa perusahaan pelayaran yang telah melakukan pembayaran pass masuk pelabuhan selama setahun. Bagi perusahaan yang sudah membayar setahun, akan diberikan kartu chip elektronik.

Meski dengan sistem elektronik, Pradigdo memastikan tidak ada perubahan tarif pass masuk pelabuhan. Pihaknya masih berpatokan pada PP No 15/2016.

Untuk Trailer/Truck gandengan Rp 6.500, Truck/Truck Besar Rp 6.000 dan Pic Up, Minibus, Sedan dan Jeep Rp 5.000. Kemudian sepeda motor Rp 4.000, tarif Sepeda/Gerobak sebesar Rp 2.000 dan penumpang, pengantar/penjemput Rp 3.000. (**)

By admin

Pin It on Pinterest