Peliput: Nelvida A — Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP- Pelaksanaan proses pembelajaran di SDN Tomba dilakukan menggunakan metode dalam internet (Daring).

Saat ditemui wartawan Baubau Post, Rabu (29/07), Kepala SDN Tomba Haryanto Burhan mengatakan sebelum meningkat jumlah pasien covid-19 di Kota Baubau sekolah melaksanakan proses pembelajaran dengan sistem shift.

Haryanto Burhan

” Siswa datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas atau menerima materi selama 30 menit, namun dengan jumlah yang sedikit sekitar 9 siswa dalam sekelas guna mengurangi kerumunan siswa,” ungkapnya.

Untuk setiap siswa yang datang ke sekolah harus menggunakan masker serta sebelum memasuki ruang kelas harus mencuci tangan.

Namun setelah melihat situasi dan kondisi dimasa pandemi covid-19, yang jumlahnya pasien makin meningkat maka sekolah langsung meniadakan proses pembelajaran tatap muka. Sehingga saat ini yang tetap digunakan yakni proses pembelajaran secara daring.

” Namun melihat situasi dan kondisi terkait Covid-19 yang semakin meningkat maka sekolah langsung meniadakan proses tatap muka dan hanya pembelajaran melalui daring,” jelasnya.

Bahkan sekolah telah melakukan kerja sama dengan orang tua siswa dalam mengefektifkan proses pembelajaran secara daring.

Sehingga walaupun tetap berada di dalam rumah orang tua siswa tetap mengontrol anaknya.

” Setiap kelas telah memiliki grub dan telah menjalin kerja sama dengan orang tua siswa agar dapat mengontrol anaknya,” terangnya.

Sekolah tidak memaksakan siswa untuk menyelesaikan tugas dengan waktu yang ditentukan melainkan, memanfaatkan waktu siswa didalam rumah agar tetap efektif dalam proses pembelajaran.

” Pihaknya tidak ada unsur memaksimalkan pencapaian kurikulum melainkan memberikan tugas secukupnya agar siswa tidak bosan dan tetap ada proses pembelajaran di rumah,” tutupnya. (#)

By admin

Pin It on Pinterest