Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Dinas Kelautan dan Perikanan Buton Selatan bakal membangun rumpon tuna dengan ukuran besar. Hal ini berangkat dari salah satu
visi misi Bupati dan Wabup Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani yang peniti beratkan pada sektor kelautan dan perikanan dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakatnya.
Plt Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Buton Selatan H Ibrahim melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Nafiruddin mengatakan
pembangunan rumpon tuna dengan ukuran 5x 9 meter akan dilakukan ditahun 2018 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Tahun ini kita bangun 14 unit rumpon tuna sebagai pilot projek dan ditahun 2019 mendatang akan dibangun 20 unit dan berkasnya saya sudah
antar ke Kementerian KP,” kata Nafiruddin saat ditemui di Kantor Bupati belum lama ini.
Dikatakannya, diatas rumpon tuna akan dibangun rumah yang dilengkapi dengan sejumlah teknologi yakni alat pemanggil ikan tuna yang dipasang
didalam laut, handy talky (HT), mesin genset sebagai sumber energi listrik dan beberapa alat pendukung lainnya sehingga kelompok nelayan yang menjaga rompun tetap nyaman tinggal.
“Jadi setiap rumpon akan kita pasangi alat itu, dan dijaga 24 jam nonstop oleh kelompok nelayan yang telah dibekali ilmu pengetahuan.
Ini juga menjadi salah satu mimpi Bupati, diperairan Buton Selatan akan menjadi kota dimalam hari,” ucapnya.
Kata Nafiruddin, dibeberapa daerah seperti Manado dan Sorong telah lebih dulu membuat rumpon tuna, namun ukurannya agak kecil dari yang
akan dibangun di Buton Selatan. Dari 14 unit rumpon yang dibangun masing-masing disediakan 6-8 unit perahu penangkap ikan tuna.
Kalkulasi sederhanannya yakni paling sedikit setiap satu unit perahu tuna hasil tangkapannya satu ekor dengan berat 75 kilogram jika ditotal kurang lebih 8 ton perhari.
“Harga saat ini satu kilogram tuna Rp 75.000. Itu perhitungan paling sedikit hasil tangkapan per satu unit perahu,”katanya.
DKP juga telah mempersiapkan kapal-kapal dengan ukuran besar yang memiliki frezer (sistem pendingin) untuk menampung hasil tangkapan
nelayan. Dalam soal pemasaran hasil tangkapan, Pemkab Busel juga akan mencari pasar yang harganya kompetitif.
“Tentu kita tidak sendiri, tetap bekerjasama dengan pihak lain dalam hal pemasaran dengan nilai jual ekspor,” ujarnya
Ia menyakini, potensi tuna Buton Selatan sangat besar, karena perairan Buton Selatan merupakan jalur imigrasi tuna, hal ini berdasarkan data
dari beberapa penelitian.
“jadi potensi tuna kita besar, tinggal menyiapkan teknologi alat tangkap dan sumber daya manusianya,” tukasnya (*)

