Ali Hasan: Masih Wajar
Peliput: Zaman Adha
BAUBAU, BP – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, Kota Baubau mengalami inflasi sebesar 0,61 persen pada Januari 2019. Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat sebesar 137,45.
Inflasi yang terjadi di Kota Baubau disebabakan adanya peningkatan IHK pada lima indeks pengeluaran yakni, kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,24 persen; kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen; kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,18 persen; kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,06 persen; kelompok pengeluaran transpor, komuniasi dan jasa keuangan sebesar 1,78 persen.
Sementara untuk kelompok pengeluaran kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Untuk kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar tidak mengalami perubahan nilai IHK.
Disebutkan pula, 10 komoditas yang menjadi penyumbang terbesar terjadinya inflasi di Kota Baubau yakni angkutan udara, kembung/gembung/banyar/aso-aso, tomat, sayur, beras, bawang merah, bubara, cakalang/sisik, wortel, tauge/kecambah, dan kol putih/kubis.
Selain itu, 10 komoditas yng memberikan sumbangan terjadinya deflasi yakni cabai rawit, kacang panjang, cumi-cumi, bensin, baronang, sawi hijau, cabai merah, pasta gigi, terong panjang, dan baju kaos berkerah pria.
Kabag Ekonomi Ali Hasan mengatakan jika inflasi ini masih dalam wajar. Tidak begitu berpengaruh bagi perekonomian di Kota Baubau.
“Inflasi ini tidak terlalu besar, namun tahun sebelumnya kita deflasi,” katanya ditemui di Kantor BPS, Jumat (01/02).
Menurut data BPS, dalam dua bulan terakhir angkutan udara menjadi penyumbang terbesar inflasi di Kota Baubau. Untuk bulan Januari 2019 angkutan udara menyumbang inflasi sebesar 0,2931 persen. Menurut Ali Hasan hal ini akan terus berlanjut karena tidak beroperasinya maskapai Garuda Indonesia di Bandara Betoambari.
“Untuk inflasi belum dapat kita pastikan, tapi kalau melihat kondisi yang hanya satu maskapai gejolak kenaikan pasti ada. Tapi kita ada alternatif transportasi laut yang frekuensinya cukup tinggi, dalam sebulan hampir 32 kali,” paparnya.
Sementara untuk kenaikan harga bahan pangan, pihak pemerintah kota telah melakukan antisipasi agar tidak terjadi inflasi. Namun bawang merah masih tetap menyumbang inflasi sebesar 0,0706 persen.
“Sudah bisa diantisipasi dari bulan sebelumnya termasuk sayuran, dengan melihat hasil rilis bulan sebelumnya,” imbuhnya.
Selain itu, harga wortel yang mencapai Rp 25 ribu per kilogramnya, disebabkan pengaruh cuaca yang saat ini sedang musim penghujan. Ali Hasan mengatakan, kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kota Baubau, namun juga di daerah penyuplainya.
“Di Makassar harga wortel juga sudah mahal mencapai Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu, sampai di Baubau harganya sudah mencapai Rp 25 ribu, dan itu bukan hanya di Baubau saja,” pungkasnya. (**)

