Site icon BAUBAUPOST.COM

Terkendala Mobiler, SPN-SKB Baubau Tetap Sukses Gelar USBN

F5.4 Kepala SPN SKBbbbbbbbbb

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Fasilitas di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPN-SKB) Kota Baubau masih terbatas. Namun pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tetap berjalan baik hingga usai, pada tanggal 9 April 2019.

Kepala SPN-SKB Kota Baubau Yudi Perwantoro saat dikonfirmasi Baubau Post, Selasa (09/04) mengatakan pelaksanaan USBN telah dimulai sejak tanggal 5 April lalu, dan terselenggara dengan baik hingga akhir pelaksanaannya. Beberapa mata pelajaran diujikan.

Padahal, 75 orang jumlah peserta yang mendaftarkan diri dalam program paket tersebut tidaklah sebanding dengan ketersediaan ruangan kelas sanggar yang ada. Jumlah RKB sanggar hanya sebanyak dua ruangan, sementara jumlah Rombongan Belajar (Rombel) yang ada ialah sebanyak empat Rombel dengan jumlah 20 peserta per Rombelnya.

Untuk tetap memaksimalkan pelaksanaan ujian, pihak sanggar memanfaatkan dua RKB yang ada, kemudian ditambahkan dengan satu ruangan Aula SKB, dan satu ruangan kantor SKB.

” Pelaksanaannya berjalan baik sejak hari jumat dan berakhir pada hari Selasa. Namun, yang menjadi kendala kami ialah sarana pra sarana penunjang salah satunya RKB, Meja dan Kursi. Untuk tetap memaksimalkan pelaksanaan ujian, kita gunakan dua ruangan kelas SKB, kemudian satu ruangan Aula SKB, dan satu ruangan kantor SKB,” jelasnya.

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan antara pelaksanaan USBN SPN-SKB dan USBN SMA/SMK sederajat. Segala sistem pelaksanaan serta jenis mata pelajaran yang diujikan sama yaitu Mate-matika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN, Geografi, Sejarah, Ekonomi, Seni Budaya, dan Penjaskes.

” Jenis mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN, Mate-matika, Geografi, Sejarah, Ekonomi, Seni Budaya, dan Penjaskes,” ungkapnya.

Ditambahkan, sebenarnya jumlah peserta yang melakukan pendaftara ujian paket sebanyak 90 orang. Namun karena adanya pertimbangan atas kelalaian peserta terkait keterlambatan dalam malakukan proses pendaftaran sehingga nama yang dimasukan tidak semua terinput di Dapodik.

” Yang mendaftar sebanyak 90 peserta. Namun yang lolos berkas hanya sebanyak 75 orang, sehingga peserta ujian tahun ini hanya sebanyak 75 orang saja,” tandasnya. (*)

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version