Peliput: Nelvida A
BAUBAU,BP- Puskesmas Kampeonaho merupakan unit kesehatan pemekaran dari Puskesmas Bungi yang telah terakreditasi Madya. Namun, tenaga kesehatan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Puskesmas tersebut masih terbatas, yakni sebanyak 13 orang.
Kepala Puskesmas Kampeonaho Ni Nengah Budiasih SKM MMKes ditemui Baubau Post, Rabu (10/04) mengatakan, tenaga kesehatan lainnya diisi oleh satu orang dokter umum yang berstatus PTT dan 11 orang yang terbagi atas perawat dan bidan. Berdasarkan Permenkes nomor 75, jumlah minimal tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas sebanyak 23 orang pegawai.
” Namun jumlah tenaga ASN yang ada disini hanya sebanyak 13 orang, kemudian ditambahkan dengan seorang dokter umum yang berstatus tenaga PTT, serta 11 orang lainnya ialah perwat dan bidan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap agar minimnya jumlah tenaga kesehatan yang berstatus PNS di Puskesmas Kampeonaho dapat dipenuhi. Sehingga pelayanan kesehatan yang berkualitas unggul sesuai dengan standar Permenkes nomor 75, dapat terwujud.
” Saya berharap semoga ke depan tenaga kerja bisa lebih disesuasikan dengan standar permenkes pelayanan publik yang bermutu,” harapnya.
Ditambahkan, Puskesmas yang dipimpinnya berhasil mendapatkan Akreditasi karena keberadaannya mendapatkan respon positif dari masyarakat. Dibuktikan dengan antusias masyarakat yang rutin melakukan pemeriksaan serta konsultasi kesehatan pada dokter umum.
” Puskesmas dikatakan berhasil itu karena banyaknya jumlah kunjungan setiap harinya. Jumlah pasien yang berkunjung setiap harinya tidak menentu, jika ada dokter pasiennya meningkat namun jika tidak ad dokter pasiennya agak kurang karena mereka membutuhkan dokter untuk pemeriksaan maupun konsultasi,” paparnya.
Dijelaskan, Puskesmas Kampeonaho mulai dibangun sejak tahun 2003 dan telah aktif melakukan pelayanan kesehatan pada tahun 2005, hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, Puskesmas Kampeonaho mulai berdiri sendiri dan resmi mendapatkan Akreditasi pada tahun 2018 lalu, dengan status madya. (#)

