KENDARI, BP – Kanwil Direktoral Jenderal Perbendaharaan Sultra mencatat, realisasi penyerapan APBN 2019 pada semester I melebihi 40 persen. Jumlah ini dinilai sudah ideal, karena mencapai proyeksi nasional.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Pembinaan Pelaksana Anggaran Dirjen Perbendaharaan Sultra sebagai Kepala Bagian Pelaksanaan Anggaran I Bayu Aji Nugraha Mewakili Kepala DJPBN Sultra dalam rapat koordinasi di Hotel Claro pekan lalu.
“Jadi secara total realisasi APBN secara fungsi itu sekitar Rp 7,2 triliun dan sudah terserap 42,2 persen. Alhamdulilah ini sudah sesuai dengan proyeksi ideal dari pada penyerapan APBN yaitu sebesar 40 persen untuk semester II (dua),” katanya.
Total pagu anggarannya Rp 7.287.520.000.000. Realisasi belanja terhitung hingga 5 juli 2019.
Jika diurai, jenis belanja pegawai dalam pagu anggaran sebesar Rp 1.975.967.000.000, dengan realisasi Rp 1.243.056.000.000, persentasenya 62,5 persen. Jenis belanja barang dengan pagu anggaran Rp 3.118.895.000.000 dengan realisasi sebesar Rp 1.261.597.000.000, persentasenya 40,5 persen.
Selanjutnya, belanja modal dengan pagu anggaran Rp 2.180.708.000.000 dengan realisasi Rp 575.441.000.000, persentasenya 26,4 persen. Belanja bantuan sosial dengan pagu anggaran sebesar 11.949.000.000 realisasi Rp 2.783.000.000 persentasenya 23,3 persen.
Jika ditotal realisasi serapan anggarannya Rp 3.075.289.000.000.
Meski mencapai ideal, ia berharap realisasi penyerapan APBN 2019 dapat membangun sumber daya manusia di Sultra menjadi lebih baik lagi. Dimana belanja negara yang produktif akan diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan program perlindungan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, serta penguatan desentralisasi fiskal.
“Selain untuk mendorong infrastruktur, untuk tahap berikutnya di 2019 ini juga ada penekanan kepada pembangunan sumber daya manusia,” pungkasnya.
Peliput: Risnawati

