Site icon BAUBAUPOST.COM

Buton Miliki Daerah Komoditas Ekpor yang Menjanjikan

F01.4 Bupati Buton La Bakri saat akan melepaskan bibit Lobster di karamaba di Desa Barangka

PASARWAJO, BP- Desa Barangka yang berada di wilayah Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton memiliki potensi ekspor perikanan yang bernilai tinggi. Budidaya Lobster Mutiara merupakan komoditi yang diternakan oleh masyarakat Barangka. Tidak tanggung-tanggung tiga negara berani menginvestasi dananya di daerah tersebut, serta 86 Kepala Keluarga (KK) didesa itu ikut berkecimpung sebagai pembudidayaan lobster.

Bupati Buton Drs La Bakri Msi saat ditemui media usai kegiatan, Sabtu (20/07) mengatakan apa yang dilakukan masyarakat Pemerintah Desa (Pemdes) Barangka merupakan langkah awal yang sangat baik. Pasalnya Lobster jenis mutiara merupakan komoditi ekspor yang sangat bernilai ekonomis tinggi untuk masyarakat.

“Ini merupakan awal yang baru pasalnya lobster merupakan komoditas ekspor perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan ini sudah dikelolah masyarakat melalui BUMDes,” kata La Bakri.

Dikatakan, ke depannya pihak pemerintah daerah akan melakukan kerjasama dengan pihak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar usaha masyarakat semakin bermanfaat baik ” Dan akan dikerjasamakan sama Perusda, jadi nilai tambah dari keseluruhan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Barangka dan Kecamatan Kapuntori mampu menjaga ekosistem pesisir dan laut di daratan Pulau Buton. Pihaknya juga percaya jika masyarakat Buton memiliki kearifan lokal untuk menjaga dan memelihara kelangsungan hidup biota yang ada laut dan daratan pulau Buton.

” Saya kira masyarakat khususnya desa barangka dan seluruh masyarakat Kapuntori memiliki kearifan lokal untuk memelihara pesisir, karena itu merupakan masa depan bagi anak-anak kita,” terangnya.

Kedepan juga Pemerintah Buton melalui Bappeda bersama daerah lainnya akan memaparkan terkait pembangunan kawasan perikanan terintegrasi di kepulauan Sultra. Buton sendiri telah menyiapakan lahan kurang lebih 400 hektar untuk lahan pembangunan kantor, sekaligus tempat tinggal termasuk urusan perkapalan.

” Bukan hanya Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Baubau, Butur dan Wakatobi sampai di Konawe Insyaallah jadi suatu kawasan yang terintegrasi akan dibangun. Rencananya itu ada di kecamatan Lasalimu, ada sekitar 400 hektar lahan, sekaligus tempat tinggalnya, perkapalan, semua di situ,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Barangka, Suharman ST mengatakan jika dirinya dan masyarakat Barangka menyambut baik kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove di desanya, karena kegiatan yang merupakan kerjasama antara Pemda Buton dan BKIPM Baubau sangat mendukung program desa.

” Hari ini saya gelontorkan dana desa itu untuk budidaya lobster, sehingga dengan kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove ini dapat mendukung program dan kegiatan di Desa Barangaka,” katanya.

Dikatakan target utamanya dengan menghadirkan Pemerintah daerah dan BKIPM Baubau Desa Barangka kedepannya dapat menghasilkan tempat wisata mangrove dan wisata budidaya Lobster. Juga memeberi pemahaman kepada masyarakat desa terkait ukuran dan umur Lobster yang layak di ekspor

Saat ini ada tiga negara yang telah masuk dan menginvestasikan dananya untuk budidaya lobster. Tiga negara itu yakni, Malaysia, Singapura dan Hongkong dan rencananya para investor itu bulan depan akan membuat 1000 karamba lobster di pesisir.

Tak hanya investor, masyarakat Barangka juga saat ini, tepatnya 86 Kepala Keluarga (KK) yang membudidaya lobster. Untuk bibitnya sendiri, pihak desa membeli di wilayah Mawasangka dan Raha. ” Satu KK itu kadang empat sampai delapan petak karamba budidaya lobster,” terangnya.

Peliput: Prasetio M

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version