Site icon BAUBAUPOST.COM

Pembangunan Jembatan Muna-Buton Telan Rp 1,4 Triliun

F01.7

KENDARI, BP- Keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk membangun jembatan penghubung antara pulau Buton dan pulau Muna telah digaungkan. Bahkan hal ini pula telah disampaikan Pemprov Sultra dalam Musrembangnas pekan lalu di Jakarta.

Plt Kepala Dinas PU Provinsi Sultra Abdul Rahim ditemui, Kamis (01/08) mengatakan, jembatan ini merupakan salah satu proyek besar di Sultra. Hingga hari ini telah dilakukan penyusunan visibilitasnya oleh Kementerian PUPR.

“Kami terus mendorong pada saat Musrenbang Nasional kemarin, dimana saya secara spesifik menyuarakan tentang pembangunan Jembatan penghubung Muna-Buton ini, dan Alhamdulillah sudah masuk dalam isu skala strategis Kementerian Pekerjaan Umum,” jelasnya.
Dikatakan, melalui Program dan Investasi Infrastruktur oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Wilayah, rencana pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton tengah dalam tahap pembahasan pembebasan lahan.

Jembatan ini, lanjutnya memiliki panjang 680 meter. Anggaran yang diusulkan sangat fantastis, mencapai Rp 14, triliun yang bersumber dari APBN.

“Terkait rencana pembangunan Jembatan Penghubung Muna-Buton, pihak kami Dinas Sumberdaya dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara, saat ini sudah mengambil langkah kongkrit dalam wujud tahun ini yakni 2019, kami programkan penyusunan dokumen Land Acquisition And Resettlement Action Plan (LARAP), untuk pembangunan jembatan Muna-Buton,” papar Rahim.

Mantan Kepala Dinas PU Kota Baubau itu menambahkan, saat ini juga pihaknya tengah intens melakukan koordinasi bersama Pemerintah Kota Baubau dan Kabupaten Buton Tengah, terkait proses pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan jembatan penghubung itu.

“Dimana LARAP ini merupakan dokumen pendukung pembebasan lahan dan tidak lanjut ini saya juga sudah menghubungi Kepala Bapedda Kota Baubau dan Kepala Dinas PU Buton Tengah, untuk segera menyiapkan pembebasan lahannya,” tutupnya.

Peliput: Risnawati

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version