Site icon BAUBAUPOST.COM

Kecamatan Kokalukuna dan Wolio Terbanyak Jumlah Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

F4.2 Fanti Frida Yanti

BAUBAU, BP- Tindak kekerasan pada anak dan perempuan hingga kini masih manjadi perhatian semua pihak. Di Kota Baubau, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menyebut, tidak kekerasan pada anak dan perempuan mayoritas terjadi di Kecamatan Bungi dan Wolio.

“Kecamatan Kokalukuna dan Kecamatan Wolio itu adalah dua kecamatan yang mana banyak kasus kekerasan anak dan perempuan di sana, tapi di kecamatan lain juga ada,” ungkap Koordinator Satgas P2TP2A Kota Baubau, Fanti Frida Yanti beberapa hari lalu.

Menurutnya, tidak kekerasan pada anak dan perempuan dipicu konflik internal keluarga, dimana kedua orang tua tidak ada keharmonisan. Hal itulah yang merusak mental orang tua untuk mengkriminalisasi anaknya, ataupun seorang ayah yang melakukan kekerasan pada anak dan istrinya.

“Sebenarnya itu lebih ke isu ketahanan keluarga. Seperti kasus kemarin, ada anak SD yang dipukuli kepalanya oleh orang tuanya, ketika satgas kami menelusuri, ternyata si ibunya ini suka bertikai dengan suaminya,” ungkap Fanti.

Untuk itu, P2TP2A Kota Baubau terus melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah. Untuk tingkatan TK dan SD, P2TP2A mengedukasikan batasan-batasan tubuh yang tidak boleh disentuh, sedangkan di tingkatan SMP dan SMA, pembentukan karakter diutamakan.

“Kita lebih banyak sosialiasai di sekolah-sekolah, kita mengedukasikan bagian-bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh, kecuali ibunya, itu untuk TK, PAUD dan SD. Sedangkan untuk SMP dan SMA kita lebih ke pendekatan karakter,” ucapnya.

Diharapkan, dengan upaya P2TP2A, tindak kriminalisasi anak dan perempuan di Kota Baubau dapat diminimalisir, dan memberikan perlindungan khususnya kepada anak usia dini dari ancaman kekerasan seksual.

Untuk diketahui, jumlah kasus kekerasan pada anak dan perempuan hingga bulan Juli kemarin mencapai 34 kasus, didominasi kasus kekerasan seksual. (*)

Peliput: Gustam

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version