• Kerang Berasal Dari Perairan Wongko di Desa Matawina, Sampel Sementara Diperiksa di Kendari

Peliput: Hengki TA — Editor: Ardi Toris

LABUNGKARI, BP – Sedikitnya 34 Warga Kelurahan Kecamatan GU yang sempat mengalami keracunan, setelah mengkonsumsi kerang yang diambil dari perairan Wongko, Desa Matawine, Kecamatan Lakudo, kini kondisinya telah stabil kembali.

34 warga keracunan kerang tersebut, merupakan warga Desa Rahia 29 orang dan lima orang dari Kecamatan GU. Seluruhnya dirawat di dua Puskesmas, di Puskesmas Rahia terdapat 29 orang yang dirawat dan lima orang lainnya di Puskesmas Lakudo.

Kepala Dinas Kesehatan Buteng Kasman Foto Hengky TA/BaubauPost

Kepala Dinas Kesehatan Buteng Kasman saat dikonfirmasi mengatakan kejadiannya pada Sabtu (06/06) lalu, 34 warga yang keracunan kerang itu serentak dilarikan di Puskesmas. Khsusnya di Desa Rahia, harus menggunakan Balai Desa karena Puskesmas tidak mencukupi.

Selain itu, untuk menangani 29 warga keracunan pihaknya juga mengerahkan Puskesmas Sangiawambulu dan Wadiabero untuk melakukan penanganan. Sedangkan lima orang lain melakukan perawatan di Puskesmas GU.

“Kita sudah konfirmasi sama dokter, semuanya sudah dipulangkan dan kondisi mereka sudah stabil kembali,” jelasnya.

Lanjutnya, dampak setelah mengkonsumsi kerang itu, seluruhnya mengalami pusing hingga muntah, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

“Hari itu juga mereka dipulangkan, akan tetapi masih ada empat orang yang harus dirujuk di Puskesmas GU dan menginap satu malam,” tuturnya.

Peristiwa itu berawal pada Jumat (05/06) pekan lalu, warga Desa Rahia pergi mencari kerang di perairan Wongko Desa Matawine, Kecamatan Lakudo. Karena mendapatkan kerang cukup banyak, sehingga dibagikan kepada keluarga hingga tetangganya.

“Kita belum mengetahui jenis kerangnya, akan tetapi, sampelnya kita telah kirim di Kendari untuk dilakukan pemeriksaan, tinggal menunggu hasil saja,” tutupnya. (*)

Pin It on Pinterest