BAUBAU, BP – Penilaian Kota sehat yang dijdwalkan pekan ketiga Agustus 2019 terus menjadi perhatian tim kota sehat. Baik dari forum kota sehat, akselrasi hingga pokja kecamatan dan kelurahan se Kota Baubau. Bahkan, untuk menyambut penilaian tersebut tim Kota Sehat melakukan pembinaan dan evaluasi selama tiga hari.
Ketua tim akselerasi kota sehat Baubau Dr Dahrul Dahlan MSi kepada Baubau Post kemarin mengatakan, dari hasil kunjungan dan pembinaan yang dilakukan tim forum kota sehat dan akselerasi menunjukkan kemajuan. Pasalnya, semua pokja kota sehat baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan sudah melakukan langkah langkah dan program kerja sesuai dengan juknis dalam penilaian kota sehat.
“Hasilnya semua kecamatan dan kelurahan sudah siap untuk menghadapi penilaian dari tim pusat,”katanya.
Hal senada diungkapkan Ketua Forum Kota Sehat, Drs H Masri MPd mengakui secara keseluruhan semua kecamatan dan kelurahn sudah siap. Namun demikian, ada beberapa yang perlu dibenahi sehingga kesiapan penilaian bisa terpenuhi.
“Perkembangannya sudah cukup besar tinggal beberapa wilayah yang harus dibenahi dan ditambahkan,”katanya.
Selain itu, hampir disemua kelurahan sudah menyiapkan spot-spot lingkungan sehat yang sesuai dengan karakter wilayahnya. Selain itu, produk-produk lokal ramah lingkungan juga menjadi andalan setiap kelurahan untuk mendukung program kota sehat.
“Seperti contoh di Kecamatan Sorawolio dengan karakter hutan pinusnya yang menonjol dijadikan wisata hutan yang ramah lingkungan, ada kampung korea dan tanaman holtikultura yang dikembangkan masyarakat,”katanya.
Selanjutnya, kampnye kampanye sehat di semua lingkungan kelurahan se Kota Baubau terus dilakukan. Meski belum secara keseluruhan minila dalam satu kelurahan itu ada tampilan unggulan yang dilakukan untuk mendukung pola sehat di Kota Baubau.
“Contoh di Kelurahan Liabuku disana masyarakat membuat program lorong bebas rokok, ini menunjukan apresiasi masyarakat untuk memulai hidup sehat dimulai dengan satu lingkungan bebas dari asap rokok,”katanya.
Lebih lanjut dikatakan, hampir semua wilayah sudah menyiapkan diri dengan masing-masing karakter unggulan daerahnya. Di Kelurahan Sulaa terkenal dengan kampung tenun dan pemanfaatkan sampah plastik menjadi produk sederhana yang bisa dimanfaatkan.
“Secara umum hasil pembinaan dan turunnya tim di lapangan selama tiga hari akan disampaikan pada rapat forum kota sehat senin (12/08). Dalam rapat itu juga kita akan evaluasi apa kekurangan dan tambahan pembenahan yang dilakukan sehingga betul betul siap dalam penilaian nanti,”tutupnya.
Laporan: Hasrin Ilmi

