Site icon BAUBAUPOST.COM

Dandim 1417/Kendari Terima Gelar Dari Lembaga Adat Tolaki

F3.1 Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya bersama Ibu dan petinggi lembaga adat suku tolaki

Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya ,bersama Ibu dan petinggi lembaga adat suku tolaki,

KENDARI, BP- Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417/Kendari, Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya SE M.I.Pol mendapatkan gelar kehormatan dari lembaga Masyarakat Adat Tolaki Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Kepala Lembaga Adat Tolaki Ajemain Suruambo, bersama generasi lembaga adat lainnya, di Rumah Adat Suku Tolaki dikelurahan Meluhu, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe Provinsi Sultra, Sabtu (10/08).

Oleh Lembaga Adat Suku Tolaki,Dandim 1417/Kdi, Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya resmi menerima gelar “Langgai Tengga Bawo Tamalaki No Lipu”,yang memiliki arti “Kesatria Kesohor Panglima Pelindung Negeri”.

Dandim 1417/Kendari Letkol CPN Fajar Lutvi Haris Wijaya SE M.I.Pol menggungkapkan emapat hal yang dikagumi dalam sistem kehidupan masyarakat Tolaki pada umumnya. Selain sistem hukum kalosara yang telah diterapkan, sistem kehidupan dalam mendesain ekonomi rakyatnya juga menjadi bagian yang menurutnya sangat luar biasa diterapkan hingga saat ini.
“Saya liat ada empat yang berkaitan dengan sistem kehidupan dimasyarakat tolaki yang saya sangat kagumi.yang pertama sistem hukumnya melalui kalosara.ada sistem hukum yang kemudian diatas hukum positif artinya ketika kalosara itu dimainkan maka seluruh permasalahan menjadi selesai ini menurut saya luar biasa sekali.yang kedua sistem perekonomian masyarakat tolaki yaitu mondau (itu bertani), walaka (berkebun),dan aepe membuat kolam kolam ikan”,ungkap letkol Fajar dalam sambutannya.
Melalui empat hukum yang diterapkan masyarakat adat suku tolaki, ia berharap agar hukum leluhur ini dapat diterapkan kepada tokoh-tokon pemuda, yang nantinya bisa menjadi salah satu bagian dalam melaksanakan roda kehidupan berbangsa, bernegara agar tetap maju dan jaya kedepannya.
“Saya membayangkan dan saya amat berharap dengan tokoh-tokoh pemuda yang ada ditolaki yang sudah mengenal pendidikan akademisi yang tinggi .Kalau tiga hal yang diamanahkah oleh para leluhur tolaki, mondau, walaka, aepe, kita berikan sentuhan industrialisasi kita berikan sentuhan moderenisasi itu luar biasa sekali, artinya leluhur-leluhur kita ratusan ribuan tahun yang lalu itu sudah mengerti bagaimana mengatur masyarakat dua puluh tiga puluh dan lima puluh tahun kedepan,” ujarnya dengan semangat di hadapan para undangan yang hadir.

Dikatakan, ia sangat berterimakasih atas penyematan gelar tersebut, dan kedepannya dengan akan berkerja lebih profesional untuk masyarakat dan memperkuat kemanunggalan bersama rakyat.

“Yang pertama saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya yang tak terhingga kepada masyarakat suku tolaki ini merupakan penghormatan yang luar biasa dari saya dan juga bagi kodim 1417 kendari kita kemudian diterima menjadi bagian dari keluarga negeri para leluhur tanah kerinduan.tentunya pemberian gelar adat ini akan memiliki konsekuesi kedepannya.artinya kemudian kita dituntut untuk bekerja jauh lebih profesional semakin berpihak kepada rakyat.dan semakin menguatkan kemanunggalan antara tni dan rakyat”,ungkapnya haru.
Ia juga menghimbau agar para tokoh-tokoh pemuda dan masyarakat senantiasa terus menjunjung tinggi adat, serta pesan bijaksana yang telah diberikan oleh para leluhur terdahulu.
“ Yang perlu kemudian saya tegaskan adalah bahwa semakin maju, kita boleh kemudian menuntut ilmu setinggi tingginya meraih teknologi menguasai teknologi tapi kemudian kita tidak boleh lupa, bahwa pesan pesan para leluluhur kita itu adalah yang utama. Karena kemudian kebudayaan atau berbudaya itu akan membentuk karakter bangsa kemajuan teknologi kemudian harus dilambari dan disertai oleh karakter kebangsaan yang kuat dengan menghormati para leluhur dan menjalankan semua pesan pesan dari para leluhur ,itulah kemudian semangat dari kegiatan kita hari ini”,jelasnya pula.

Sementara itu Kepala Lembaga Adat Tolaki Ajemain Suruambo mengatakan jika penyematan gelar tersebut, baik secara pribadi maupun institusi, masyarakat adat tolaki sangat berterima kasih kepada dandim yang telah banyak membantu masyarakat Kabupaten Konawe, terlebih saat warga konawe saat dirundung bencana beberapa waktu lalu.
“ Beliau baik itu secara pribadi maupun secara institusi beliau sangat berjasa telah banyak membantu kami ,begitu pula waktu masyarakat Konawe dilanda banjir bandang yang berkepanjangan, beliau banyak membantu warga kami”,ujarnya.

Melalui penyematan gelar kepala lembaga adat tolaki ia berharap agar kiranya kepada kesatuan kodim 1417/Kendari, bisa terus berkontribusi bersama rakyat terkhusus pula kepada masyarakat Konawe.

Peliput: Risnawati

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version