Site icon BAUBAUPOST.COM

SMKN 2 Baubau Jadi Sekolah Binaan PT Astra Honda Indonesia

F5.1 Penanda Tanganan MoU Kerja Sama Oleh SMKN 2 Baubau Dengan PT Astra Honda Indonesia di Saksikan Oleh Sejumlah Siswa dan Guru

Penanda Tanganan MoU Kerja Sama Oleh SMKN 2 Baubau Dengan PT Astra Honda Indonesia, di Saksikan Oleh Sejumlah Siswa dan Guru

La Safini: Siswa Harus Miliki Kemampuan Kompetensi Yang di Standarisasi

BAUBAU, BP- SMKN 2 Baubau resmi menjadi sekolah binaan TP Astra Honda Indonesia, melalui penanda tanganan MoU kerja sama, yang disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio, pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Kepala SMKN 2 Baubau La Safini SPd saat dikonfirmasi Baubau Post, Rabu (13/08) menjelaskan tujuan dari penanda tanganan MoU kerja sama ialah agar siswa memiliki kemampuan kompetensi yang telah distandarisasikan oleh perusahaan industri salah satunya PT Astra Honda Indonesia, melalui sertifikat resmi.

Dikatakannya, sertifikat ini akan menjadi bukti nyata bahwa output SMKN 2 Baubau memiliki kemampuan daya saing yang unggul. Sebab, jika sekolah tidak menjalin kerja sama dengan perusahaan industri besar, maka apapun hasil yang diciptakan oleh siswa belum akan mendapatkan pengakuan dari perusahaan industri lainnya.

” Tujuannya agar siswa memiliki kemampuan kompetensi yang distandarisasikan oleh dunia industri, melalui sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh PT Astra Honda. Hal ini menjadi bukti pengakuan bahwa output SMKN 2 Baubau mampu untuk bersaing. Sebab, jika kondisi ini tidak dilaksanakan maka apapun yang dihasilkan belum di akui karena keterampilannya masih dalam tanda kutip,” jelasnya.

Untuk diketahui, hal itu juga dapat menunjang efesiensi pemaksimalan program tahunan di sekolah kejuruan tersebut yaitu Praktek Kerja Industri (Prakerin). Pasalnya, pihak PT Astra Honda Indonesia tidak hanya akan menyiapkan wadah penerimaan siswa praktek, teruntuk jurusan Otomotif, melainkan juga bakal menyediakan beberapa fasilitas penunjang yang masih kurang disekolah.

” Semua yang menjadi kebutuhan sarana pra-sarana penunjang prakter, mereka akan terlibat menyediakan kebutuhan yang masih kurang. Sehingga kami harapkan agar segala kekurangan kami saat ini, pelan-pelan akan terminimaliri,” tandasnya. (*)

Peliput: Arianto W

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version