Site icon BAUBAUPOST.COM

TP4D Kejari Baubau Kawal Proyek BLUD RSUD Baubau

F01.5 Ruslan

Ruslan

BAUBAU, BP – TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau mengawal proyek pembangunan dan pengadaan alat kesehatan di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau dengan anggaran mencapai Rp 40 Miliar tahun anggaran 2019.

“Pengerjaan pembangunan dan pengadaan tersebut sumber dananya dsri APBD DAK Kota Baubau senilai 40 Miliar,” kata Kasi Intel Kejari Baubau Ruslan SH MH yang juga ketua TP4D diruang kerjanya, Senin (19/08).

Dikatakan, pengerjaan pembangunan tersebut ada dua, pembangunan gedung baru intensive cardiac care unit (ICCU) dan renovasi rehabilitasi gedung rawat inap kebidanan, keduanya menelan anggaran Rp 7 Miliar.

“Gedung baru ICCU nilai kontrak Rp 2.847.550.000 sementara renovasi rehabilitasi gedung rawat inap kebidanan Rp 4.270.138.000,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk pengerjaan bangunan ICCU bernomor kontrak 04/KONT-FISIK/BLUD-RSUD/BB/VII/2019 dikerjakan oleh CV Avatar Utama di Jalan toddopuli 21 nomor 174/34 Makassar. Sedangkan pembangunan renovasi rehabilitasi gedung rawat inap kebidanan bernomor kontrak 05/KONT-FISIK/BLUD-RSUD/BB/VII/2019 dikerjakan oleh CV Indepent Fight Contractor Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Lamangga Kota Baubau.

“Masa pengerjaanya 150 hari kalender dimulai dari 25 Juli berakhir 21 Desember 2019,” kata Ruslan.

Tak hanya pembangunan fisik saja yang dikawal TP4D Kejari Baubau, kata Ruslan, sejumlah pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan oleh RSUD juga dilakukan pendampingan.

“Alat kesehatan untuk diruangan operasi ICU total keseluruhannya Rp.6.248.127.552. Sementara itu, untuk alat kesehatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) totalnya senilai Rp 4.026.081.747,” jelas Ruslan.

Disamping itu, alat kesehatan rawat inap kelas I, II, III juga diadakan dengan jumlah Rp 4.845.308.774.

Kemudian sejumlah alat kesehatan diruang instalasi. Diruang instalasi rawat jalan misalnya, total keseluruhan nilai alatnya Rp 4.515.310.482, lalu untuk instalasi radiologi alat kesehatan senilai Rp 5.376.158.000, kemudian alat kesehatan instalasi labiratorium senilai Rp 2.540.628.835. Bahkan, kata dia, alat kesehatan untuk instalasi laundry menelan anggaran senilai Rp 5.360.642.388.

Peliput : Asmaddin

This website uses cookies.

This website uses cookies.

Exit mobile version